Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2019

KETIKA KAMU

Posted by nofi.hidayanti at April 22, 2019 0 comments
Ketika kamu mulai menjaga jarak, aku menyesuaikan langkahku. Memperlambat kecepatan dan kadang berhenti sejenak di tempatku. Diam, menangis, terus menyalahkan diri sendiri. Ketika kamu akhirnya berhenti memanggil sebutan sayang, aku pun melakukan kebodohan yang sama. Membuang jauh-jauh kenangan tentang suaramu memanggilku sayang. Kebahagiaan yang tak bisa diganti dengan apapun. Dan entah dimana semua kenangan manis itu sekarang berada. Di antara baris puisi rindu padamu. Atau titik titik kesal pada sikapmu. Ketika kamu mulai bersikap acuh dan angkuh, lagi dan lagi aku melaraskan sikapku. Dulu seminggu tak bertemu, aku akan merajuk mati-matian untuk berjumpa. Meski itu hanya sekedar percakapan ringan di depan kantor. Jarak berapapun, seterik matahari kala itu, aku tak pernah peduli. Rindu ya rindu. Harus bertemu. Kini, aku malah belajar mati-matian untuk tidak merajuk bertemu. Menahan semua gejolak sedih yang ada. Mengalihkan semuanya kepada hal-hal kecil yang tidak ada hubungannya denganmu. Belajar melupakan rindu. Sebodoh itu langkahku. Dan sedingin itu sikapmu.
Lalu, bagaimana jadinya bila kamu memilih tak lagi peduli? Benar-benar berhenti peduli? Apa aku harus tetap mengikuti? Apa aku harus tetap selaras? Berhenti di tempatku yang sekarang saja sudah cukup membuatku patah setengah mati. Melupakan dan melepas yang pernah terjadi saja sudah membuatku hancur setengah mati. Apa aku bisa berhenti peduli tentangmu? Bila itu artinya kematian bagiku?

Rabu, 20 Februari 2019

That Little Things

Posted by nofi.hidayanti at Februari 20, 2019 0 comments
Ternyata tidak selamanya punya pasangan yang cuek itu adalah hal buruk. Karena tanpa disadari, sifat acuh tak acuhnya jadi sebuah tanda syukur dengan cara yang berbeda. Hal-hal kecil yang terlihat sepele, menjadi lebih bermakna ketika dilakukan olehnya. Hari ini, entah hanya perasaku saja, atau memang begitu adanya, hal-hal kecil yang ia lakukan menjadi terasa begitu manis berjuta kali lipat. Membelikanku eskrim, tanpa harus aku meminta dan merajuk untuk dibelikan. Mencuri-curi waktu sekedar menciumku, atau mengenggam erat tanganku. Mengelus lembut kepalaku. Memakaikan helm di kepalaku. Atau sekedar memastikan resleting jaketku sudah sampai ujung barisnya. Terlihat sepele bukan. Tapi aku jadi mengucap banyak syukur dan tersenyum karenanya.
Ternyata, tidak selamanya punya pasangan yang cuek adalah hal yang buruk. Karena bagaimanapun dia, entah si perhatian garis keras, atau si acuh tak acuh, kalau kamu menyayanginya, kamu akan tulus menerima buruk dan baiknya. Dan untuk hari ini, terima kasih untuk hal-hal kecil yang telah kamu lakukan untukku :) terima kasih, aku banyak tersenyum mengingatmu :) 

Senin, 22 Agustus 2016

Bae

Posted by nofi.hidayanti at Agustus 22, 2016 0 comments
Sebab, ada perasaan yang tak bisa kusampaikan lewat lisan, kuingin sampaikan lewat sedikit tulisan ini. Jangan disanggah dulu, cukup baca dan simpan saja. Lalu terserah padamu, mau diingat dalam memori atau anggap ini tak pernah terjadi.
Kutegaskan. Ini bukan tentang aku, pun kamu. Ini tentang jalan yang sudah Tuhan tuliskan untuk umatnya. Tentang bagaimana rasanya jatuh dan mencinta. Tentang belajar keikhlasan terluka dan bahagia.

Tuhan pasti sudah memikirkan nasib kita untuk bertemu. Dia tahu kamu akan mengajarkanku banyak hal tentang dunia. Salah satu dari jutaan insan yang tak kusadari hadirnya. Lalu berubah berarti dalam beberapa bulan ini. Bahkan dengan memikirkanmu saja rasanya jantung ini jadi semakin cepat berdegup. Kamu manusia atau wahana adrenalin di tengah ibukota? Jangan khawatir, aku tak akan mati karena serangan jantung memikirkanmu. Sepertinya bukan dengan cara manis seperti itu Tuhan ingin memanggilku.
Kusimpulkan, kehadiranmu banyak mengajarkanku. Aku jadi tahu bagaimana rasanya merindu kala rindu itu saja takut menyapamu. Aku jadi mahir mengubah rindu jadi alasan untuk menutupi luka dan tangisku. Dan rindu itu semakin hari semakin membuatku merindukamu. Salahkah rindu ini? Atau, salahkah aku ini?
Kutebak, kamu pernah menyimpan rasa itu. Merindu. Entah pada rinduku, atau pada diriku. Kutebak, kamu pernah memikirkannya juga. Entah memikirkan rinduku, atau memikirkan diriku. Kutebak kamu pun menyimpan rindu yang sama pada diriku? Bolehkah aku berharap begitu?
Perempuan memang dimana-mana sama, ya. Pun dengan diriku. Rela dimabukkan oleh rasa rindu yang bisa saja semu. Lalu menunggu. Berharap dewa cinta menghampiri yang dirindukan olehnya, dan datang membisikkan bahwa lelaki itu juga rindu padaku. Berharap setidaknya Tuhan mengalbukan harapannya kali ini, dan menjaga hati lelaki itu untukku saja. Aku naif atau terlalu naif? 
Lalu aku jadi rajin bicara pada Tuhanku. Yang semakin rajin setiap waktunya. Tentang bagaimana rasanya merindu itu. Memohon padanya, berikan saja aku satu kesempatan baru. Memulai semua dari titik yang lelaki itu mau. 
Hey, aku hampir malas menggantungkan harapan pada ketidakmungkinan yang ada. Yang datang selalu pergi. Yang merindu selalu jadi kelabu. Yang dipelukkan selalu hilang dalam hitungan. Tapi, bolehkah kali ini aku sedikit berharap? Menggantungkan doa pada ketidakmungkinan bernama kamu? Adakah sedikit saja kesempatan bagiku? Memulai semua dari awal, berjuang lagi, belajar lagi, terluka lalu bangun, bangun lalu terluka, merindu dirindukan, menangis lalu ditangisi, melihatmu jatuh, melihatmu bangkit, melihatmu berlari, melihatmu sakit, jatuh cinta, jatuh karena cinta, jatuh cinta lagi, jatuh karena cinta lagi? Aku siap memulainya, aku siap duduk di sampingmu. Menjadi apapun yang kamu mau. Sampai bulan bintang muak pada kita berdua. Sampai Tuhan tertawa melihat kita bersama. Sampai matahari enggan datang karena yang ia lihat hanya kita berdua.
Lalu, kutegaskan lagi. Ini bukan tentang aku. Pun kamu. Berhenti mempertanyakan kenapa aku tetap ada di belakangmu. Karena aku tak akan lagi lari. Cukupkan membohongi diri sendiri. Malam saja lelah melihatku berusaha melupakanmu. Maka jangan paksa aku. Biar sesal kutanggung seorang diri. Jangan tanyakan lagi apa yang akan menghadang di depan. Karena Tuhan ada menuntunmu. Dia siap membentak semua ragu kalau perlu. Bila luka yang kamu lihat, tak perlu cemas. Luka telah menjadi kawanku bahkan sebelum bintang sadar aku selalu merindu padamu. Luka akan tetap menjadi luka, tanpa kamu. Lalu, bila memang tak ada ruang yang tersisa disana, ajarkan aku bagaimana cara melupakan yang tak mudah dilupakan. Ajarkan aku bagaimana cara membuang rindu yang menumpuk di ladang bernama hatiku? Ajarkan aku bagaimana cara ikhlas melepas yang hampir digenggam?
Lalu....begini saja. Terima kasih. Terima kasih pernah hadir. Terima kasih pernah datang lalu memutuskan untuk pergi. Kuharap kamu kembali hadir. Mengunjungi rindu yang tak tahu kemana Tuan nya pergi. Aku akan memulai permainan ini, berpura-pura tak takut apa yang akan terjadi ke depannya. Berpura-pura tak takut kehilangan segalanya.
Lalu...Jangan tanyakan apa aku sanggup ungkapkan semua secara langsung. Sebab, ada perasaan yang tak bisa kusampaikan lewat lisan, kuingin sampaikan saja lewat tulisan ini. Sekali lagi. Jangan disanggah dulu, cukup baca dan simpan saja. Lalu terserah padamu, mau diingat dalam memori atau anggap ini tak pernah terjadi.

Selasa, 24 Februari 2015

Yudisium

Posted by nofi.hidayanti at Februari 24, 2015 0 comments
Oh, Tuhan. Sejuta terima kasih tak akan henti saya serukan untuk keagungan kuasamu. Saya benar-benar bahagia saat ini Tuhan. Saya bahagia atas setiap detik yang saya rasakan saat ini. Saya telah resmi dinyatakan menjadi seorang Sarjana Sastra. Oh, Tuhan.. Saya benar-benar bahagia. Saya bahagia sampai ingin mati rasanya. Sungguh Maha Romantisnya diriMu memberikan sejuta nikmat kebahagiaan ini. Tak ada lagi yang perlu aku dustakan. Momen ini benar-benar membuat saya ingin mencurahkan semua tangis bahagia. Saya berhasi; lulus dari tahapan kehidupan ini, bersama keempat sahabat saya yang lainnya. Oh, Tuhan. Saya benar-benar bahagia. NikmatMu benar-benar membuatku bahagia.
Oh, Tuhan, betapa inginnya saya menangis terharus dipelukMu ketika kaki saya perlahan bergerak maju ke arah Pak Dekan itu. Ia tersenyum, tanda kemenangan. Saya tak kalah tersenyum. Senyum saya berdiri antara senyum bahagia dan haru. Saya raih tangannya lalu mencium pundak tangan itu. Surat Keterangan Lulus dan Piagam Cumlaude itu sudah berada di tangan saya. Diucapkannya selamat kepada saya. Oh, Tuhan, saya benar-benar bahagia. Saya tak kalah terharu ketika Pak Dekan itu berpidato. Mungkinkah ini pidato terakhir darinya yang akan saya dengar? Akankah saya merindukan tawa renyah dan menggoda darinya itu? Juga setiap lelucon nyeleneh darinya? Oh, Tuhan, saya ingin menangis. Dia dengan bangga bercerita tentang mahasiswanya yang berhasil lulus tiga setengah tahun. Diantara mahasiswanya ada sekelompok mahasiswa yang sering ia panggil "The Bacin". Sekelompok mahasiswa gokil yang jadi mahasiswa bimbingannya. Ah, saya benar-benar ingin menangis saat itu. Inikah pertanda saya akan lekas pergi?
Oh, Tuhan, saya merasa benar terharu dengan semua nikmat bahagiaMu. Saya semakin terharu ketika menyadari, betapa dekat dan akrabnya kami dengan para dosen. Mereka sudah tidak asing lagi dengan nama genk kami "The Bacin". Mungkin yang lain akan tertawa mendengarnya. Tapi, saya justru merasa terharu, Tuhan. Akankah saya merindukan sapaan dari mereka dengan menggunakan nama itu? Adakah pertemuan selanjutnya untuk kami dengan mereka? Oh, Tuhan, saya merasa benar-benar bahagia saat ini.

Kamis, 28 Agustus 2014

Kisah Kasih Nyata

Posted by nofi.hidayanti at Agustus 28, 2014 0 comments
Surat Terbuka, Ucapan Terima Kasih
KKN (Kisah Kasih Nyata) 35 Hari



Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana cara Allah memutarbalikkan perasaan seseorang. Tidak ada yang tahu pula caraNya menyelipkan nama orang-orang tertentu di ingatanmu, dihatimu. Tapi saat ini saya tersadar, mungkin inilah cara Allah memberikan saya kebahagiaan, dengan memberikan orang-orang tersayang ke tengah hidup saya. KKN, kuliah kerja nyata, menjadi media bagi kita untuk saling mengenal. Awalnya saya hanya berharap ini semua bisa berjalan dengan cepat. Awalnya saya tak mengingkan ada sesuatu yang lebih. Tapi ternyata Allah menjawab doa saya dengan caranya. Lewat mereka, sebut saja mereka Yolanda, Giesa, Khanan, Yaya, Ifa, Indah, Revin, Mas Adit, dan Markham, Allah memberikan saya hari-hari terbaik dalam hidup saya.
10 kepala dengan karakter yang berbeda, hati dan pemikiran yang tak serupa, juga segala macam rupa hal yang tak sama. Tapi lewat KKN, kita menjadi satu kesatuan. Satu tim. Satu keluarga. Satu kebersamaan. Satu kebahagiaan. Satu canda.

Rabu, 09 Juli 2014

Rindu Terdalam

Posted by nofi.hidayanti at Juli 09, 2014 0 comments
Dear my love, mom dad sis bf and my boy....
Kulampirkan post ini sebagai wujud rinduku kepada kalian. Entah sejak kapan, aku merindukan kalian. Setiap detik berjauhan membuatku sadar begitu aku membutuhkan kalian. Belum lagi pesan yang setiap waktu mama lampirkan. Ketika dia berjanji akan membuatkanku Lasagna yang lezat. Ada rindu dan sedih yang terlukis dari setiap katanya. Mah, kau tahu aku juga merindukanmu.
Bahkan mimpi-mimpiku menyatakan hal yang serupa. Kini, hampir setiap malam mama dan bapak hadir dalam mimpiku. Pertama, aku bermimpi mama mengunjungiku lagi ke sini. Beberapa hari. Dan ketika hari kepulangan tiba, mama justru tak tahu jam kepulangannya. Ia telat dan tertinggal kereta sampai harus menemaniku lebih lama di perantauan.
Kedua, aku bermimpi pulang ke Jakarta. Lalu aku pergi berbelanja bersama mama, bapak, dan adik. Aku merengek dibelikan mug princess kepada mama.
Apa pertanda semua ini? Aku merindukan mereka ya Allah. Apalagi ditengah bulan Ramadhan seperti ini. Biasanya aku selalu bersama mereka.
Keluargaku yang tercinta, kuharap Allah selalu menjaga dan melindungi kalian. Kuharap kalian sehat selalu. Kuharap akan segera datang hari kepulanganku itu. LOVE

Jumat, 04 Juli 2014

Mamma

Posted by nofi.hidayanti at Juli 04, 2014 0 comments

Kutitipkan lembaran surat ini kepada Mama, sebagai bentuk kerinduan yang teramat sangat....
Dear Mama,

Mungkin ini yang sebenarnya dirasakan oleh orangtua terutama seorang ibu. Risau, gelisah, dan menahan sedih. Bagaimana bisa seorang ibu bisa duduk diam dan tenang, ketika gadis kecil yang biasanya ia temani selama Ramadhan, berada jauh di sana. Sendiri. Tanpanya. Bagaimana? Pertama kalinya dalam duapuluh satu tahun, si ibu harus mengambil jarak dengan putrinya. Biasanya, iya biasanya, putrinya tersebut dibangunkan setiap pukul tiga. Si ibu akan memasakkan makanan. Apa saja yang putrinya sukai. Yang putrinya inginkan untuk menu sahur. Si ibu akan dengan sabar bangun mungkin sejam-dua jam sebelum putrinya, hanya untuk memasak. Si ibu tak pernah marah apalagi murka kepada putrinya hanya karena ia malas untuk bangun. Si ibu selalu hangat. Seperti biasa. Dengan caranya. Sebagai seorang ibu dan seorang teman. Lalu mereka akan menyantap menu sahur mereka, aneka lauk pauk, buah-buahan, sayur, dan juga susu. Iya, sang Ayah tak pernah lupa membelikannya susu dan buah kurma. Selesai itu, si ibu akan memperingatkan putrinya untuk menunaikan sholat shubuh.

Selasa, 24 Juni 2014

Up and Down; Underpressure

Posted by nofi.hidayanti at Juni 24, 2014 0 comments
Halooo, entah sudah berapa lama saya tidak post sesuatu di sini. Memang kehidupan saya saat ini sedang tidak stabil, kau tahu semester enam sungguh-sungguh menyakitkan. Di semester ini saya harus gigit jari karena kesulitan untuk pulang. Saya harus menelan ludah setiap kali muncul kemungkinan saya harus membatalkan kepulangan hanya karena ada rapat atau pertemuan di kampus. Terlepas dari itu, di semester enam juga akhirnya seluruh keluarga dan pacar mengunjungi saya di sini. Memang tidak bersamaan, mereka datang bergantian. Dimulai dari adik, pacar, mama, dan terakhir bapak. Ada kebahagiaan tersendiri bisa dikunjungi mereka. Meskipun pada akhirnya saya tetap harus menarik napas panjang dan menahan air mata ketika harus mengantarkan mereka pulang ke stasiun. Berat rasanya, sungguh. Saya harus memasang senyum palsu, meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya akan baik-baik saja selepas mereka pergi. Tapi tak semudah itu. Saya merasakan naik turunnya emosi selepas mereka pulang. Kesendirian itu tidak selalu menyenangkan yang dibayangkan. Belum lagi beberapa tekanan yang hadir ke diri saya, menambah beban di hati ini. Saya ingin marah. Saya ingin menangis. Saya ingin bercerita tentang semua rasa dan gundah yang saya simpan jauh di hati dan fikiran saya, entah sejak kapan. Rasanya setiap detik semakin menyiksa karena saya tidak tahu harus bercerita ke siapa. Bukannya tak percaya, hanya saja ada perasaan tak nyaman ketika menceritakannya kepada oranglain. Perasaan yang mungkin egois untuk saya utarakan.

Pernahkah kalian merasa berada dibawah tekanan tapi tidak tahu harus memohon kepada siapa? Atau merasa kehadiran kalian tidak dianggap dan berpura-pura kalian baik-baik saja? Tersenyum padahal dalam hati kalian ingin menangis dan marah. Perasaan itu setiap harinya datang dan pergi di kehidupan saya akhir-akhir ini. Saya hanya bisa berharap semua ini cepat berakhir, semuanya kembali normal, dan saya bisa pulang melepas semua beban ini. Setidaknya saya harus bersabar sampai akhirnya nanti tiba kepulangan saya. Kuatlah, saya mohon. Tersenyumlah selagi bisa. Allah mendengar semua doamu. Allah tahu bagaimana sakit dan terlukanya hatimu. Jadi, bersabarlah. Allah tidak akan memberikanmu cobaan di luar kemampuanmu. Yakinlah akan hal itu. Yakinlah akan tiba masanya kau juga merasakan kebahagiaan dan ketenangan. Up and Down, Underpressure, hanya ada di masa ini. Yakinlah.

Kamis, 20 Februari 2014

Home Sweet Home

Posted by nofi.hidayanti at Februari 20, 2014 0 comments
TADAAAAAA! Home sweet home, finally. Ada perasaan bahagia dan nyaman yang gak bisa kamu jelaskan saat kamu bisa menghabiskan waktu yang kamu miliki bersama orang-orang tercinta, di rumah. Dan saat inilah yang selalu saya tunggu. Akhir tahun 2013 saya lalui di rumah, bersama keluarga dan kekasih saya. Tentunya setelah dua kali merayakan tahun baru di kota perantauan, tahun baru 2014 kali ini menjadi double-special. Bagaimana tidak, tahun sebelumnya saya hanya berdiam diri di dalam kamar kostan. Benar-benar sebuah kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Selesai perayaan tahun baru, saya harus kembali ke kota perantauan. Ada ujian akhir semester yang harus saya selesaikan. Alhamdulillah, puji syukur, semuanya berjalan lancar. Saya segera kembali pulang. Sekitar satu setengah bulan saya habiskan bersama keluarga, sahabat, dan pria tersayang. Semuanya terasa manis bagi saya. Semuanya indah. Semuanya tidak bisa saya lupakan. Melihat senyum dari wajah orang-orang yang aku sayang benar-benar menjadi kebagiaan yang tak ternilai dengan kata-kata. Bisa menemani keluarga, merayakan 4th year GNC, dan mensiv bersama mamas :)



Selasa, 26 November 2013

Pendek atau Panjang?

Posted by nofi.hidayanti at November 26, 2013 0 comments
Halooo, saat ini saya akan berbagi tentang hal-hal yang lebih ringan dari postingan yang sebelumnya ya hehehehe saat ini saya ingin bertanya pendapat kalian tentang sesuatu. Menurut kalian apakah saya lebih baik tampil dengan rambut panjang atau rambut pendek? Pertanyaan konyol yah? Hehehehe ._. saya galau harus memilih rambut yang seperti apa saat ini. Terkadang merasa lebih nyaman dengan rambut pendek. Saya tak perlu susah payah menatanya. Tapi dilain kesempatan saya juga merindukan tampil dengan rambut panjang yang terurai. Ya, namanya juga manusia :)
Mungkin beberapa foto ini bisa menjadi referensi atau pertimbangan, apakah saya lebih baik tampil dengan rambut panjang atau pendek.


Rambut pendek





Rambut panjang



Bagaimana menurut pendapat kalian? :)

Senin, 25 November 2013

Jarak dan Rindu

Posted by nofi.hidayanti at November 25, 2013 0 comments
Teruntuk kekasih saya yang selalu membuat saya tak hentinya dilanda rindu yang teramat sangat...

Jarak menyadarkanku tentang siapa yang akan menyerah dan siapa yang akan berjuang untukku. Jarak tidak akan pernah memisahkan dua hati yang benar-benar saling peduli. Aku mencintaimu dengan seluruh rasa yang kumiliki. Meski cinta kita sejujurnya terhalang oleh sebuah jarak, tapi entah bagaimana aku bisa merasa perasaan hangat ketika mengingatmu. Aku selalu berdoa dan berharap kita akan bertemu lagi secepatnya. Karena aku sudah sangat merindukanmu. Ketika aku rindu denganmu, aku akan mendengarkan beberapa lagu dan melihat foto kamu. Tidak hanya untuk membuatku selalu teringat padamu, tetapi untuk membuatku merasakan sedang bersama kamu. Semua hal tersebut membuat aku lupa tentang jarak yang membentang diantara kita. Rasanya memang menyakitkan ketika aku dilanda rindu yang teramat sangat denganmu. Seluruh tubuhku rasanya tidak bisa berfungsi dengan semestinya. Detak jantungku lemah, hatiku gundah dan tidak tenang. Bahkan berakibat ke banyak hal. Sepertinya, awalnya kesunyian tidaklah buruk bagiku sampai saat aku melihat ke arah telapak tangan dan merasa kesedihan yang semakin mendalam. Seharusnya jarak-jarak di antara jari-jemariku bisa dilengkapi dengan sempurna dengan jari-jemarimu. Sebuah genggaman tangan yang hangat. Aku hanya....aku hanya merindukanmu. Dan aku benci merasa sendiri. 

Minggu, 24 November 2013

Be My November

Posted by nofi.hidayanti at November 24, 2013 0 comments
November hanya menyisahkan beberapa hari lagi sebelum ia berganti menjadi Desember. Bulan November teramat spesial bagi saya. Di bulan ini saya menginjak usia dua puluh tahun. Artinya, sudah seharusnya saya tumbuh menjadi wanita yang lebih dewasa dan meninggalkan sifat kekanak-kanakkan saya. Di bulan ini pula kasih saya menginjak usia puluhnya. Dia memang sudah menjadi pria dewasa, dan semoga semakin bertambah dewasa di usia barunya. Di bulan November pula akhirnya kasih saya bisa mengunjungi kota rantau untuk yang kedua kalinya. Terimakasih kasihku, untuk semua waktu dan usaha yang telah kamu luangkan untukku. Dipertemuan kali ini, saya belajar banyak hal tentang sebuah janji, kesabaran, rindu, pendewasaan diri, kejujuran, dan keberanian. Terimakasih sayang.
Ia datang dengan senyuman yang paling saya rindukan. Ia datang dengan sebuah pelukan yang sudah saya nantikan selama lima minggu ini. Ia datang dengan sebuah cake (lagi). Sebuah cake bertuliskan Happy 3rd Mensiversary. Longlast. Seperti itu yang saya ingat. Padahal, tanggal 26 belum tiba. Betapa manisnya kasih saya ini.
Saya bisa melihat wajahnya kembali. Menyentuh wajahnya, menciumnya harum parfum tubuhnya, dan memeluknya dengan erat. Saya bisa mendengar suaranya, ia bercerita dan tertawa. Saya selalu merindukan hal ini. Terimakasih untuk pertemuan kali ini Sayang. Saya selalu merindukanmu, dimanapun dan kapanpun. You know what, you always be my november. Tertanda, kasih yang sedang merindukan kasihnya yang sudah kembali ke ibukota. I miss you, Dear.

Jumat, 08 November 2013

20 Tahun!

Posted by nofi.hidayanti at November 08, 2013 0 comments
1 November 2013,

Teruntuk, kekasih saya yang berada ribuan mil jauhnya dari saya....

Teruntuk hari spesial ini, dimana kau menginjak usia barumu, kulantunkan jutaan doa untuk kebahagiaanmu. Semoga kamu senantiasa sehat, bahagia, dan dilindungi oleh Tuhan. Apapun yang terbaik akan kudoakan untukmu, seorang. Karena setiap hal yang ada padamu, kau tahu semuanya telah membuatku terkagum. Pokoknya semua yang baik-baik selalu kudoakan untukmu. Kecup peluk hangat rindu dari kota rantau. Dan selamat bertambah tuaaaa!  


Sabtu, 26 Oktober 2013

Have a Happy Second Mensiversary!

Posted by nofi.hidayanti at Oktober 26, 2013 0 comments
Untuk superman saya yang selalu membuat saya merasa spesial dan bahagia...

26 Oktober 2013, tepat dua bulan sudah kami bersama. Setiap detiknya berlalu, saya selalu merasa bahagia. Cinta kasih dan rasa rindu yang tak ada habisnya ia berikan membuat saya benar-benar merasa sebagai seorang perempuan yang beruntung. Apakah ini sebuah mimpi? Memiliki seorang pria yang selalu tak habis akal membuatmu bahagia dan tersenyum? Memiliki seorang pria yang selalu memberikan pelukan terhangat dan mengurangi rasa sayangnya padamu? Memiliki seorang pria yang merangkai masa depannya hanya bersamamu seorang?
Terimakasih untuk superman saya yang selalu ada, memberikan kasih dan perhatian, waktu, serta kepercayaan hingga detik ini. Long distance relationship ini telah mengajarkan saya banyak hal, melebihi hubungan-hubungan sebelumnya. Kau mengajarkan saya bagaimana arti sebuah kesetiaan dan kepercayaan, rasa rindu yang tak tertahan, kesabaran menunggu sebuah pertemuan, dan penghargaan atas sebuah waktu dan jarak. Tidak, sesungguhnya kau mengajarkan saya lebih banyak hal. 
Selamat tanggal 26 untuk yang kedua kalinya, Sayang. Saya melantunkan doa yang tidak ada habisnya saya pinta kepada Tuhan. Kelak hubungan ini menjadi sebuah eternal love, hanya kematian yang memisahkan kita. Amin amin. Semoga kebaikan selalu mengitari kita, kesabaran, kepercayaan, kesetiaan, kerinduan, kecintaan, dan kebaikan-kebaikan dunia-akhirat lainnya.
Selamat tanggal 26, Sayang. I want you to be with me forever! 

Selasa, 22 Oktober 2013

Loveable

Posted by nofi.hidayanti at Oktober 22, 2013 0 comments
Sebentar lagi, saya dan R akan menginjak usia hubungan long distance ini di angka 2 bulan. Apakah kamu ingin mengetahui apa doa saya yang terbesar? Saya berharap bisa bertemu dengannya di 8 Nopember 2015 sebagai suami saya. Ya sebenarnya memang terlalu dini berharap seperti itu, kami saja belum menginjak usia 20. Tapi.....he is so loveable! Karena so loveable buat saya, hanya dia.

Awalnya saya meragukan diri saya sendiri bisa bertahan sejauh ini. Kau tahu, tak mudah menjalani sebuah hubungan dengan jarak yang membentang di antara kau dan kekasihmu. Kau tak tahu bagaimana kabarnya hari ini meski ia berkata he's ok, always ok. Kau rindu padanya, tapi tak cukup yakin untuk melepaskan kerinduanmu dengan sebuah pertemuan. Kau semakin tersiksa setiap harinya dan akhirnya hubunganmu berakhir begitu saja. Tidak mudah bukan? 
But he is so loveable for me! Dia adalah alasan saya tersenyum dan tertawa. Dan dia jarang membuat saya menangis ataupun kesal. Tak pernah saya merasa bosan akut dengannya. Bersamanya, saya bahagia. Bersamanya, sama merasakan kenyamanan dunia (selain menghabiskan waktu untuk keluarga, sahabat, dan diri saya). Biarkan disini saya beberkan beberapa alasan mengapa dia so loveable!

Sabtu, 05 Oktober 2013

26 Agustus 2013

Posted by nofi.hidayanti at Oktober 05, 2013 0 comments

Tak pernah terpikir oleh saya untuk berdiri pada titik ini. Titik dimana saya telah bersama seseorang yang notabennya adalah orang lama. Sebut saja dia RH. Teman ketika di sekolah dasar, dan tumbuh menjadi sahabat saya selama dua tahun belakangan ini. Ya, benar, kami awalnya hanya bersahabat. Kami dekat karena adanya kumpul dan reuni dengan teman-teman lama. Dan saat itulah saya sering menghabiskan waktu saya untuk duduk di belakangnya. Saya memilih dia untuk menjemput saya dan memboncengi saya ketika kami harus pergi ke luar. Mungkin ini adalah alasan pertama, saya nyaman dan percaya padanya.Ia sering bercerita (atau tepatnya meminta saran) tentang seorang gadis yang ia sukai. Sebagai seorang teman pada saat itu saya senang mendengarkan dan memberikan saran. Pertemuan bertambah pertemuan. Rasa nyaman itu ternyata semakin bertambah. Tepatnya karena momen tahun lalu di villa di Puncak. Saya memeluknya. Singkat cerita kami akhirnya bersama.

Minggu, 23 Juni 2013

Complicated

Posted by nofi.hidayanti at Juni 23, 2013 0 comments

Hai bloggers! :) long time no see ya. Feels like a thousand year i dont tell you about my life. Ya, excuse... beberapa post yang akhirnya aku "draft" kan kembali hehehe akhir-akhir ini memang banyak hal yang terjadi diluar dugaan, complicateeed! Yuccckss! This semester really really complicated. Hm... what i have to do to start this "complicated story" ??? Well, semester ini banyak hal yang terjadi. Dari hal menyebalkan, melelahkan, berkesan dan dan dan dan menyiksa. Semester ini dimulai dengan move on dari Inop yang belum pernah kutemui tapi sudah harus mengucapkan...."say goodbye" :( huhuhu sad story, i know. Lalu berlanjut dengan kewajiban pementasan Dramaturgi. Actually, it was fun! Tapi capeknya double-double-double juga. Hampir setiap malem sabtu aku sleep over di kampus, kosan temen, huffft :( tapi serius it was fuuuun! Apalagi pas survei ke Cilacap. Omg, unforgetable moment bangetttt! :))

Senin, 17 Juni 2013

Kupanggil Namamu

Posted by nofi.hidayanti at Juni 17, 2013 0 comments
Hari ini aku berteriak memanggil namamu,Y, dalam selipan laguku. Semakin kencang kuberteriak, semakin aku yakin akan rasa itu. Dalam lirik "Kau adalah darahku, kau adalah jatungku, kau adalah hidupku lengkapi diriku, oh sayangku kau begitu, sempurna....." atau saat kulantunkan bait demi bait "biarkanlah kurasakan, hangatnya sentuhan kasihmu...", aku semakin yakin dan sering menyebut namamu dalam lisan dan batinku. Tidakkah kau dengar isi hatiku ini? Tidakkah kau menyadarinya? Setitik rasa saja?

Lalu ketika lagu ini berhenti, bayangmu justru semakin nyata dalam ingatan. Senyummu, tawamu, bahkan semua tingkahmu yang seharusnya kubenci. Hehehehehehe inikah yang dinamakan cinta? Semoga kau memiliki sedikit rasa senang ketika namamu selalu kusebut didalam lantunan melodi dan doaku, superman ku, yang akan tetap jadi cerita dibalik nama :)

Rabu, 15 Mei 2013

Buku Baru Yang Harus Ditutup

Posted by nofi.hidayanti at Mei 15, 2013 0 comments
Cerita ini baruku mulai, ia baru menyentuh paragraf awalnya. Kukira...semuanya hanya perasaan sesaat. Ya, sejujurnya sampai detik ini aku masih mengharapkan ini semua sementara. Pertemanan yang sudah dirangkai sejak awal tak bisa begitu saja diganti hanya karena perasaan ini. Masa-masa saat bersamanya, telah menjadi salah satu masa-masa terhangat. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuatku nyaman. Nyaman, iya nyaman. Teramat nyaman. Bahkan aku baru menyadarinya setelah hari itu. Dia baik. Selalu tampil dan bicara apa adanya. Kadang keras kepala, kadang menyebalkan, tapi sungguh tipe penjaga. Yang jelas kurasakan, hariku semakin berwarna ketika dilewati bersamanya. Tak pernah bosan, tak pernah lelah. Mungkin kusuka padanya, mungkinkah sayang?

Rabu, 17 April 2013

Aku Benci Kesepian

Posted by nofi.hidayanti at April 17, 2013 0 comments

Aku memang menyukai saat-saat kusendiri, tapi aku benci merasa kesepian. Hampir dua bulan tak berjumpa dengan keluarga dan sahabat di Jakarta, ditambah beberapa beban dan masalah disini, membuatku menumpahkan air mata malam ini. Baru saja aku merasa 4 hari kebersamaan dengan adikku, kini aku sudah kembali merasa kesepian. Aku benar-benar merasa sedih ketika mengantarkannya ke stasiun dan melihatnya menaikki kereta menuju Jakarta. Detik itu aku sadar bahwa aku akan kesepian. Sepanjang perjalanan menuju rumah kedua, aku tak mampu menahan perasaan ini. Aku menangis. Aku benci ketika melihat kesekitarku dan tak ada mereka disampingku. Aku rindu rumah, sangat. Bahkan selalu terniang-niang setitik penyesalan atas keputusan sekolah jauh dari rumah. Aku tak ingin sendiri, kesepian... Aku ingin selalu ada mereka. Semoga saja Allah memberi hati lapang untukku. Semoga segera hadir hari kepulanganku. Dan have a safe trip my sister!:")
 

Nofi's Blog Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos