November hanya menyisahkan beberapa hari lagi sebelum ia berganti menjadi Desember. Bulan November teramat spesial bagi saya. Di bulan ini saya menginjak usia dua puluh tahun. Artinya, sudah seharusnya saya tumbuh menjadi wanita yang lebih dewasa dan meninggalkan sifat kekanak-kanakkan saya. Di bulan ini pula kasih saya menginjak usia puluhnya. Dia memang sudah menjadi pria dewasa, dan semoga semakin bertambah dewasa di usia barunya. Di bulan November pula akhirnya kasih saya bisa mengunjungi kota rantau untuk yang kedua kalinya. Terimakasih kasihku, untuk semua waktu dan usaha yang telah kamu luangkan untukku. Dipertemuan kali ini, saya belajar banyak hal tentang sebuah janji, kesabaran, rindu, pendewasaan diri, kejujuran, dan keberanian. Terimakasih sayang.
Ia datang dengan senyuman yang paling saya rindukan. Ia datang dengan sebuah pelukan yang sudah saya nantikan selama lima minggu ini. Ia datang dengan sebuah cake (lagi). Sebuah cake bertuliskan Happy 3rd Mensiversary. Longlast. Seperti itu yang saya ingat. Padahal, tanggal 26 belum tiba. Betapa manisnya kasih saya ini.
Saya bisa melihat wajahnya kembali. Menyentuh wajahnya, menciumnya harum parfum tubuhnya, dan memeluknya dengan erat. Saya bisa mendengar suaranya, ia bercerita dan tertawa. Saya selalu merindukan hal ini. Terimakasih untuk pertemuan kali ini Sayang. Saya selalu merindukanmu, dimanapun dan kapanpun. You know what, you always be my november. Tertanda, kasih yang sedang merindukan kasihnya yang sudah kembali ke ibukota. I miss you, Dear.


0 comments:
Posting Komentar