Sejak awal aku sudah menduga hubungan ini takkan berhasil. Ada penekanan yang aku lakukan pada diriku sendiri. Aku sejauh ini hanya mencoba bertahan dan menepis semua ketakutan itu. Ternyata hanya sebatas ini aku berhasil dari semua.
Entah siapa yang memulai dan siapa yang bersalah, semua tampak klise, kisah ini pun berakhir sudah. Ia yang tegas mengatakan. Lewat pesan singkat. Sepihak. Menyakitkan. Di saat kerapuhan itu datang. Di saat hanya dia yang sebenarnya aku harapkan. Sungguh. Aku bersumpah. Meski di samping ada pria yang menatapku, meski di belakang ada pria lain yang menunggu ku, tetap saja hanya bayangannya yang aku harapkan.
Aku semakin bodoh dalam hal ini. Aku semakin idiot menggunakan hati dan otak. Semakin tak mampu menerka dan membaca bagaimana perasaanku sebenarnya. Aku takut jatuh cinta kembali. Aku takut memulai semua. Karena aku tau endingnya akan seperti ini.
Entah siapa yang memulai dan siapa yang bersalah, semua tampak klise, kisah ini pun berakhir sudah. Ia yang tegas mengatakan. Lewat pesan singkat. Sepihak. Menyakitkan. Di saat kerapuhan itu datang. Di saat hanya dia yang sebenarnya aku harapkan. Sungguh. Aku bersumpah. Meski di samping ada pria yang menatapku, meski di belakang ada pria lain yang menunggu ku, tetap saja hanya bayangannya yang aku harapkan.
Aku semakin bodoh dalam hal ini. Aku semakin idiot menggunakan hati dan otak. Semakin tak mampu menerka dan membaca bagaimana perasaanku sebenarnya. Aku takut jatuh cinta kembali. Aku takut memulai semua. Karena aku tau endingnya akan seperti ini.







