Ya Tuhan... Haruskah aku yang memulai semua ini pertama? Haruskah aku katakan betapa rindunya aku bika sehari tak melihatnya? Haruskah aku katakan betapa gelisahnya aku menunggu balasan pesannya?
Aku yang selalu tersenyum bila melihat ia bahagia. Aku yang selalu menangis bila melihat ia terluka. Aku yang selalu ketakutan setiap melihat wajahnya merah memarah.
Tuhan... Aku cinta padanya. Sangat. Teramat sangat.
Cinta ku padanya tak bersyarat. Cinta ku padanya tak mengharapkan balasan. Aku hanya ingin jurjur tentang semua rasa ini.


