Selasa, 24 Februari 2015

Yudisium

Posted by nofi.hidayanti at Februari 24, 2015
Oh, Tuhan. Sejuta terima kasih tak akan henti saya serukan untuk keagungan kuasamu. Saya benar-benar bahagia saat ini Tuhan. Saya bahagia atas setiap detik yang saya rasakan saat ini. Saya telah resmi dinyatakan menjadi seorang Sarjana Sastra. Oh, Tuhan.. Saya benar-benar bahagia. Saya bahagia sampai ingin mati rasanya. Sungguh Maha Romantisnya diriMu memberikan sejuta nikmat kebahagiaan ini. Tak ada lagi yang perlu aku dustakan. Momen ini benar-benar membuat saya ingin mencurahkan semua tangis bahagia. Saya berhasi; lulus dari tahapan kehidupan ini, bersama keempat sahabat saya yang lainnya. Oh, Tuhan. Saya benar-benar bahagia. NikmatMu benar-benar membuatku bahagia.
Oh, Tuhan, betapa inginnya saya menangis terharus dipelukMu ketika kaki saya perlahan bergerak maju ke arah Pak Dekan itu. Ia tersenyum, tanda kemenangan. Saya tak kalah tersenyum. Senyum saya berdiri antara senyum bahagia dan haru. Saya raih tangannya lalu mencium pundak tangan itu. Surat Keterangan Lulus dan Piagam Cumlaude itu sudah berada di tangan saya. Diucapkannya selamat kepada saya. Oh, Tuhan, saya benar-benar bahagia. Saya tak kalah terharu ketika Pak Dekan itu berpidato. Mungkinkah ini pidato terakhir darinya yang akan saya dengar? Akankah saya merindukan tawa renyah dan menggoda darinya itu? Juga setiap lelucon nyeleneh darinya? Oh, Tuhan, saya ingin menangis. Dia dengan bangga bercerita tentang mahasiswanya yang berhasil lulus tiga setengah tahun. Diantara mahasiswanya ada sekelompok mahasiswa yang sering ia panggil "The Bacin". Sekelompok mahasiswa gokil yang jadi mahasiswa bimbingannya. Ah, saya benar-benar ingin menangis saat itu. Inikah pertanda saya akan lekas pergi?
Oh, Tuhan, saya merasa benar terharu dengan semua nikmat bahagiaMu. Saya semakin terharu ketika menyadari, betapa dekat dan akrabnya kami dengan para dosen. Mereka sudah tidak asing lagi dengan nama genk kami "The Bacin". Mungkin yang lain akan tertawa mendengarnya. Tapi, saya justru merasa terharu, Tuhan. Akankah saya merindukan sapaan dari mereka dengan menggunakan nama itu? Adakah pertemuan selanjutnya untuk kami dengan mereka? Oh, Tuhan, saya merasa benar-benar bahagia saat ini.

0 comments:

Posting Komentar

 

Nofi's Blog Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos