Aku tau aku masih menyimpan perasaan itu. Perasaanku dengan TOM. Setiap kali aku melihatnya atau sepasang kedua mata kami saling bertemu, aku yakin dengan teramat sangat, KAMI masih saling menyayangi. Namun ternyata rasa sayang saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan. Mungkin ia sudah mencoba mengikhlaskanku dengan AW. Ia berkata "Berbahagialah....". Aku harap, semua rasa ini bisa menjadi lebih sederhana. Aku tak ingin sebuah hubungan yang muluk-muluk. Hanya sebuah persahabatan. Setidaknya saling menegur saat bertemu, melempar senyum, dan menyebut namaku dengan jelas. Itu saja sudah cukup....
Doaku.... semoga ia pun berbahagia disana. Dengan siapa ia kelak, aku akan tersenyum ketika ia tersenyum juga. Senyumnya adalah salah satu hal yang meneduhkan hatiku....
Lupakan sejenak tentang TOM. TOM akan tetap menjadi TOM yang kita kenal. Bukan bermaksud merendahkan, namun aku mencoba mengambil nilai positifnya. Ia akan menjadi sosok tertegar di dunia ini. Aku yakin....
AW....
Aku mulai berani menatap dalam matanya. Menelusuri setiap jalan fikirannya. Dan berkata I LOVE YOU... Meski aku tau, dalam getaran suara tersebut, masih terdapat bayang-bayang TOM. Ya 30%.... Maafkan aku yang terlalu lambat melupakan masa lalu.
Yang ku takutkan memang benar terjadi. Semua.... Dari A sampai Z. Mengenai diriku, AW, dan TOM. Dugaanku tepat. AW menyayangiku, sangat. Itu terbaca dengan jelas saat ia menatapku. Dan munafik sekali bila aku berkata aku tak bisa belajar menyayanginya. Ia terlalu sempurna untuk menjadi nyata. Ia selalu berkata akan melakukan apapun untuk membuatku bahagia, dan itu sudah cukup membuktikan rasa sayangnya terhadapku. Sungguh, ini benar-benar terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan....
Aku seperti sedang merenung di atas dua hati. Hati AW dan TOM. Aku yang mulai menyadari bahwa aku menyayangi AW karena kebaikannya, dan di saat yang bersamaan aku sadar bahwa aku masih memperhatikan TOM. Inikah yang namanya CINTA SEGITIGA?????



0 comments:
Posting Komentar