Hari ini benar-benar nyaris sempurna! Aku speechless.. Tidak tahu harus memulai semua curahan hati ini darimana.
Oke... dari awalnya saja. Kemarin, aku bersama AW di kampus saat hujan hingga sore. Ia memperkenalkanku dengan dua orang teman sekelasnya. AY dan MM. Ia tak canggung menyebutku sebagai PACARNYA...
Lalu hari ini.. AW menjemputku usai kuliah dan aku dengan senang hati akan berkunjung ke rumahnya. Kebetulan sekali, rumahnya kosong. Kedua orangtuanya ke Banjar dan adiknya di Semarang. Sepi.. Aku dan AW menonton film Thriller di kamarnya. Aku merasa benar-benar dekat dengannya. Rasanya tak ingin sedetikpun kehilangan moment berharga ini. Aku, dia, tak ada jarak...
Saat hujan mulai deras dan terdengar suara petir, aku ketakutan. Phobia ku kembali muncul setelah lama tak terdengar. Aku pucat. Detak jantungku berpacu semakin cepat. Dan dengan jantan, AW memelukku erat. Ia meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja. Tak ada apa-apa yang akan menyakitiku. Lalu ia mengecup keningku. Kau tau bagaimana perasaanku saat itu? Damai. Aku tak takut dengan petir ataupun badai sekencang apapun karena AW ada di sisiku.
Tak sekedar kedekatan itu, ada banyak hal yang membuatku tersenyum dan menangis bahagia hari ini. Aku dan AW memasak bersama. Ya, meski hanya memasak mie instan, tapi ini sudah cukup menciptakan sebuah moment yang membuatku bahagia.
Saat menjelang magrib, ayahnya pulang. Jujur saat itu aku takut. Aku merasa belum siap bertemu dengan orangtuanya. Baik itu keduanya atau hanya ayahnya, atau hanya ibunya. Ada kecemasan di diriku. Apa mereka setuju dengan diriku? Namun ayahnya terlanjur datang. Tak mungkin juga aku bersembunyi. Aku akan terlihat teramat bodoh bila menghindarinya.
Aku pun di perkenalkan dengan ayahnya. Untungnya ayahnya adalah sosok yang hangat dan cukup terbuka. Senyumnya lebar, semoga saja itu berarti ia menyukaiku sebagai kekasih anaknya.
Satu lagi yang membuatku tersenyum bahagia. Akhirnya..... sepanjang sejarah, dia adalah orang pertama yang benar-benar menjadi imam-ku dalam sholat :) bukankah suatu keindahan dalam hubungan seperti itu? Damai, tentram, bahagia.
Namun... hari ini tak benar-benar sempurna. AW melakukan sebuah kesalahan dan membuatku terlanjur menangis di depan matanya. Ia terus mengucapkan kata maaf dan aku tau itu ucapan yang tulus. Aku hanya berkata, "Talk less do more. Aku gak perlu janji kosong, aku hanya perlu bukti". Ya semoga saja ia mampu menepatinya.
Terlepas dari semuanya, manusia memang tidak ada yang sempurna. Pasti pernah melakukan sebuah kesalahan. Dan sebagai manusia yang sedang belajar menerima kekurangan di atas kelebihan, aku memaafkannya. Aku hanya manusia yang pernah khilaf juga. Dan kenangan yang terlanjur di ukir hari ini akan menjadi sangat berharga bagiku. Tak akan pernah ku lupakan moment pertama memasak dan sholat bersama kekasih. Aku mulai menyayanginya dengan semua sikap mempesonannya. Ialah AW :)



0 comments:
Posting Komentar