Kini aku sudah memutuskan jalan ku ya Allah… AW lah yang akhirnya aku pilih untuk berada disampingku. Aku mulai lelah dengan semua ulah TOM yang tak mau memulai. Kesabaranku ada batasannya. Tak seharusnya aku terus menunggunya. Secinta apapun ku padanya. Aku juga ingin pengakuan darinya. Namun sampai saat ini dia belum juga bertindak. Aku memutuskan menyerah dan angkat tangan.
Ada sedikit hal yang menggelitik di fikiranku. Apakah ia kecewa denganku? Kecewa soal apa? Toh dia tak pernah jujur tentang perasaannya sendiri terhadapku. Ia lebih tertarik menyimpan semuanya sendiri. Menjadikannya sebuah kisah klasik tanpa seorang pun yang tahu, termasuk diriku. Lalu? Apa aku harus terus menerus menerka sendiri? Maaf, aku hanya manusia yang mempunyai batas-batasan. Tak bisa selamanya aku begini. Belajar mengertinya dan tetap tunduk di bawah kuasa idealismenya.
Dan disana ada AW. Yang setia menunggu, berbesar hati mendengarkan segala keluh kesahku tentang TOM. Memberikan saran terbaik yang bisa ia usulkan dan menyimpan dalam-dalam perasaannya yang ternyata sudah melebihi rasa sayang seorang kakak ke adiknya. Hubungan kami mengalir begitu saja. Jujur…. Awalnya aku pun tak ingin semua terjadi. Aku hanya ingin setia dengan satu hati. Namun bila semua bertepuk sebelah tangan dan terus menyakiti hatiku? Apa aku harus tetap mempertahankannya? Mengapa aku tak coba membuka hatiku untuk orang yang lebih menyayangiku dengan tulus?
Namun…. Ada beberapa ketakutan dalam diriku kini. Aku takut, rasa sayang dan nyaman ku terhadap AW hanyalah pelariaan dari rasa kecewa ku terhadap TOM. Aku takut akan utuhnya persahabatan mereka. Aku takut rasaku ini tak setulus rasa milik AW. Aku takut menyakitinya atau mengecewakannya. Dalam kisah ini, sudah banyak yang terluka, kecewa, menangis, dan berkorban.
Ya Allah…. Semoga saja pilihan ku yang terbaik. Disini….. aku sudah tak ingin menyakiti siapapun. Baik AW maupun TOM. Aku hanya ingin melihat mereka bahagia. Perasaanku tidak seberapa ketimbang persahabatan mereka. Tapi aku juga tidak ingin kehilangan keduanya. Aku mau mereka tetap ada. Entah itu sebagai sahabat atau kakakku.
Lalu AW….. aku membutuhkannya sebagai seorang yang setia di sampingku. Aku merasa kenyamanan yang amat teramat luar biasa setiap kali bercerita tentang diriku kepadanya. Aku merasa kehangatan di matanya. Aku merasa tenang setiap ia mengecup keningku. Mungkin, aku mulai menyayanginya sebagai seorang wanita.
Biarkan perasaan ini mengalir ya Allah.......... Biarkan semua terjadi. Ini kisahMU, goretan cerita cinta diantara kami bertiga. KAU tau mana yang seharusnya terjadi….
Biarkan perasaan ini mengalir ya Allah.......... Biarkan semua terjadi. Ini kisahMU, goretan cerita cinta diantara kami bertiga. KAU tau mana yang seharusnya terjadi….
Ya Allah…. Hanya satu pintaku saat ini. Maafkan ku yang telah menarik AW dan TOM dalam goretan kisah kelamku. Maafkanku yang telah mengancam persahabatan dua anak manusia. Maafkanku yang telah bermain dengan dua hati di saat yang bersamaan. Maafkanku yang tak bisa tegas dengan perasaanku sendiri. Maafkanku yang terlanjur membuat mereka kecewa. Maafkanku yang telah membuat satu suasana tak mengenakan di antara kami. Maafkanku yang tidak dengan sengaja membuat jarak dengan dirinya. Aku hanya gadis kecil… berusaha mencari belahan jiwa di tengah gelora api konflik ini. Aku sayang mereka, semua, tanpa pengecualian. Berikan kisah terbaikMU ya Allah.


0 comments:
Posting Komentar