Langit terasa semakin gelap. Dinginnya senja menusuk hingga ke relung jiwaku. Hitamnya pakaian mereka semakin menambah suasana horor, mencengkam. Ingatanku tentang dirinya semakin kuat berputar. Kecelakaan malam itu telah mengubah semuanya. Arena balapan liar pun berubah menjadi parade setan. Ramai sorakan berganti derai air mata. Piala penghargaan di balas sepucuk surat kematian. Dengan mata ku sendiri, ku melihat semuanya. Begitu cepat, begitu mengenaskan. Tangisku kembali pecah, menggelegar. Aku benar-benar tak mampu menahan hasrat untuk memeluknya, mencium keningnya, mencumbu bibirnya, menggenggam erat kedua tangannya...
Di sudut kuburan yang masih basah itu, aku bisa melihatnya dengan jelas. Sosoknya terasa begitu dekat, namun mengapa hati kami terpisah oleh alam dan langit yang tinggi. Aku melanjutkan tangis dalam hati. Terlalu jauh aku biarkan perasaan ini tumbuh. Tetapi, aku juga tak akan mampu menahannya. Menahan untuk tumbuhnya rasa ini, ataupun menahan ia pergi...
Aku selalu merasakan ia berdiri tegak di sampingku. Aku bersandar di bahunya lalu mendengarkan ia bercerita tentang kami. Melihatnya tersenyum atau tertawa lucu saat aku melakukan tindakan bodoh. Meski aku tau ini semua hanya halusinasiku saja. Ia sudah terlelap damai di dalam peristirahatannya yang terakhir. Disana... Ia mungkin sendiri. Bingung dimana ia berada.
Derasnya rintikan hujan pun mengantarkannya ke gerbang pintu raksasa antara surga dan neraka. Aku harap ia tak melupakan jalan menuju surga. Aku berjalan selangkah demi selangkah menjauhinya. Lalu aku melambaikan tangan, tanda perpisahan. Aku mulai berlari, menghapus air mataku dan pulang ke pangkuan ibuku.
Aku tak akan mencoba untuk melupakannya. Karena itu menyakitkan. 2 tahun kenangan bersamanya tak mungkin musnah begitu saja. Potretnya tersebar di setiap sudut aku berjalan. Di rumah, di sekolah, bahkan di jalan... Namanya pun telah terukir permanen di hatiku yang terdalam.
Selamat jalan kasih tersayang.... Belahan jiwamu disini tak akan pernah melupakan setiap detik kebersamaan kita. Biarku simpan semua hal tentangmu. Biarku jadikan kau kenangan terindah. Semoga jalanmu lancar menuju surga. Kan ku jadikan kematianmu sebagai catatan berharga.......
Yours



0 comments:
Posting Komentar