Rabu, 15 Mei 2013

Buku Baru Yang Harus Ditutup

Posted by nofi.hidayanti at Mei 15, 2013 0 comments
Cerita ini baruku mulai, ia baru menyentuh paragraf awalnya. Kukira...semuanya hanya perasaan sesaat. Ya, sejujurnya sampai detik ini aku masih mengharapkan ini semua sementara. Pertemanan yang sudah dirangkai sejak awal tak bisa begitu saja diganti hanya karena perasaan ini. Masa-masa saat bersamanya, telah menjadi salah satu masa-masa terhangat. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuatku nyaman. Nyaman, iya nyaman. Teramat nyaman. Bahkan aku baru menyadarinya setelah hari itu. Dia baik. Selalu tampil dan bicara apa adanya. Kadang keras kepala, kadang menyebalkan, tapi sungguh tipe penjaga. Yang jelas kurasakan, hariku semakin berwarna ketika dilewati bersamanya. Tak pernah bosan, tak pernah lelah. Mungkin kusuka padanya, mungkinkah sayang?

Rabu, 17 April 2013

Aku Benci Kesepian

Posted by nofi.hidayanti at April 17, 2013 0 comments

Aku memang menyukai saat-saat kusendiri, tapi aku benci merasa kesepian. Hampir dua bulan tak berjumpa dengan keluarga dan sahabat di Jakarta, ditambah beberapa beban dan masalah disini, membuatku menumpahkan air mata malam ini. Baru saja aku merasa 4 hari kebersamaan dengan adikku, kini aku sudah kembali merasa kesepian. Aku benar-benar merasa sedih ketika mengantarkannya ke stasiun dan melihatnya menaikki kereta menuju Jakarta. Detik itu aku sadar bahwa aku akan kesepian. Sepanjang perjalanan menuju rumah kedua, aku tak mampu menahan perasaan ini. Aku menangis. Aku benci ketika melihat kesekitarku dan tak ada mereka disampingku. Aku rindu rumah, sangat. Bahkan selalu terniang-niang setitik penyesalan atas keputusan sekolah jauh dari rumah. Aku tak ingin sendiri, kesepian... Aku ingin selalu ada mereka. Semoga saja Allah memberi hati lapang untukku. Semoga segera hadir hari kepulanganku. Dan have a safe trip my sister!:")

Senin, 08 April 2013

Beri Aku Terapi

Posted by nofi.hidayanti at April 08, 2013 0 comments
Akhir cerita yang dramatis. Bahkan aku ragu kapan telah memulainya. Luka yang seharusnya tidak pernah ada. Ya bila saja aku sedikit percaya pada kenyataan, bukan dunia dongeng. Luka itu, ia terbaring nyata dan abadi disana tanpa nama. Diantara puing harapan yang tiap detik aku rangkai dan hancur begitu saja. Ketika aku sadar akan perihnya, hujan pun datang. Bersama kiamat kecil disanubari ini. Semua menambah goresan kisah yang entah dimana akhir sebenarnya. Aku bersimpuh.... semoga hujan membawa pergi luka tanpa nama ini. Semoga jarak diantara kami mampu mengalihkan ingatanku. Atau musim menguburkan tawa dan candanya dibagian bumi yang terdalam.

Kukira semua ini berhasil. Satu bulan, sudah satu bulan kata perpisahan itu terucap darinya. Oke... entah perpisahan dalam konteks seperti apa, yang jelas kurasakan tak ada lagi ucapan selamat pagi darinya. Kembali, satu bulan, aku kira aku mampu. Tapi ternyata aku sedang membohongi diriku. Selalu seperti itu sepertinya. Ketika beberapa sosok hadir menawarkan kisah baru, aku masih saja memimpikannya.
Kisah-lama-yang-harusnya-kutinggalkan.

Jumat, 08 Maret 2013

Surat Yang Tak Terkirim

Posted by nofi.hidayanti at Maret 08, 2013 0 comments
Setiap kali mendengar namanya, atau melihatnya melintas di timeline twitter, facebook, instagram, atau social network lainnya, rasanya hatiku terasa sakit. Aku merindukannya. Perasaan yang tidak akan pernah bisa kujelaskan. Karena memang semua ini memang tidak pernah cukup logis untuk diutarakan. Bagaimana bisa kamu merindukan seseorang yang bahkan sampai detik ini belum pernah kau temui? Tapi saat aku membaca teks tawa atau senyum darinya membuatku tenang sekali. Together... i wanna like this everythime. I wanna make him happy, however without me...

Ketika masaku dirumah hampir menemui batas, aku ingin sekali mendapatkan satu kesempatan bertemu. Tapi ternyata hingga kini semua itu hanya mimpi. Ya benar, ia benar-benar seperti mimpi yang takkan pernah menjadi nyata. Terlalu indah. Terlalu jauh aku bermimpi dan berharap. Setiap detik aku memikirkannya, setiap detik itu pula tercipta surat untuknya. Surat yang tak terkirim. Surat yang tak pernah sampai pada tujuannya.

Minggu, 10 Februari 2013

3 Tahun GNC

Posted by nofi.hidayanti at Februari 10, 2013 0 comments

Februari 2013. Tepat 3 tahun yang lalu, semasa kami masih duduk dibangku SMA, masih bisa menghabiskan waktu sebanyak yang kami bisa, kami sepakat membentuk GNC. Persahabatan antara 3 orang gadis berlatar belakang yang berbeda namun selalu bersama untuk berbagi, menangis, dan tertawa. GNC! Singkatan dari nama kami bertiga. Ghita, Nofi, dan Chendy. Aku ingat tahun pertama kami merayakan bersama di Pondok Lestari. Ditahun pertama semua terlihat begitu mudah bagi kami. Meski...ditahun itu pula sering timbul perselisihan yang kadang menyebabkan kami bermusuhan hehehehe lucu sekali bila mengingatnya. Tahun kedua kami mulai terpisah. Semua demi urusan kuliah. Takdir memaksa kami memilih. Ghita yang berkuliah di UNJ otomatis menetap di Jakarta. Chendy berkuliah di Unikom Bandung. Lalu aku, aku berkuliah di UNSOED Purwokerto. Kami berpisah. Jakarta-Bandung-Purwokerto. Andai saja jarak bisa lebih sempitttttt. Sedikit saja... Tapi aku bersyukur ditahun kedua kami masih bisa menghabiskan Anniversary GNC di Ragusa.
 

Nofi's Blog Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos