Akhir cerita yang dramatis. Bahkan aku ragu kapan telah memulainya. Luka yang seharusnya tidak pernah ada. Ya bila saja aku sedikit percaya pada kenyataan, bukan dunia dongeng. Luka itu, ia terbaring nyata dan abadi disana tanpa nama. Diantara puing harapan yang tiap detik aku rangkai dan hancur begitu saja. Ketika aku sadar akan perihnya, hujan pun datang. Bersama kiamat kecil disanubari ini. Semua menambah goresan kisah yang entah dimana akhir sebenarnya. Aku bersimpuh.... semoga hujan membawa pergi luka tanpa nama ini. Semoga jarak diantara kami mampu mengalihkan ingatanku. Atau musim menguburkan tawa dan candanya dibagian bumi yang terdalam.
Kukira semua ini berhasil. Satu bulan, sudah satu bulan kata perpisahan itu terucap darinya. Oke... entah perpisahan dalam konteks seperti apa, yang jelas kurasakan tak ada lagi ucapan selamat pagi darinya. Kembali, satu bulan, aku kira aku mampu. Tapi ternyata aku sedang membohongi diriku. Selalu seperti itu sepertinya. Ketika beberapa sosok hadir menawarkan kisah baru, aku masih saja memimpikannya.
Kisah-lama-yang-harusnya-kutinggalkan.
Sungguh, aku bersumpah. Dia memiliki kisah indahnya sendiri yang sulit untuk aku lupakan. Entah dari sisi mana.
Dia. Dia....mereka, yang kuharapkan mampu bercerita lebih dan menggantikan kisah lama, tak dapat membuatku melupakan sepenuhnya siapa itu masa laluku. Dan ketika aku kemnbali menoleh padanya, ia telah bersama yang lain. Entah perasaan macam apa lagi yang sedang menghinggapi diriku kini. Aku merasa kehilangan. Perasaan kehilangan yang aneh. Bagaimana bisa aku merasa kehilangan pada seseorang yang tak pernah menjadi milikku?
Tapi aku benar-benar merasa cambukan dihatiku ketika mengetahui kenyataan pahit ini. Aku...aku merasa bodoh. Aku belum sempat bercerita tentang hatiku, aku terlalu takut. Dan ketika semua sudah terlambat, aku hanya bisa menangis menyesali. Aku hanya berharap ia tau. Ia mengerti. Sedikit. That I love him. Sekarang aku hanya bisa memohon semoga kamu berbahagia dengan siapapun pilihanmu. Berat memang bagiku. Tapi hidup tetap harus berjalan, bener kan? Just give me therapy for make me feel better.


0 comments:
Posting Komentar