Senin, 01 Desember 2014

Kisah Klasik Perempuan

Posted by nofi.hidayanti at Desember 01, 2014 0 comments
Saya baru saja meletakkan tas gendong penuh milik saya ke dipan ketika Ibu masuk terburu-buru. Ia sedikit berteriak ketika menyebut nama saya. Saya menghela nafas panjang sebelum akhirnya mengiyakan semua celotehannya.
“Kenapa kamu suka sekali pulang terlambat? Cepat ganti bajumu. Makan habis sisa makanan di meja makan, lalu pergi cuci semua piring kotor. Ibu sudah tua, tak sanggup lagi mengurus rumah ini seorang diri. Satu bakul pakaian sudah ibu cuci. Tugasmu melanjutkan menjemurnya di halaman belakang”.
“Baik, bu.”
Tak lama kemudian, kakak tertua saya, Mas Andi, datang dengan pakaian lusuhnya. Wajahnya tampak ceria. Saya menduga-duga, dia baru saja bermain bola sepak di lapangan yang tak jauh dari sekolah. Apalagi seragam kotor karena tanah.
“Andi...Andi...Ayo lekas makan. Setelah ini bantu Bapak di ladang.”
“Baik bu.” Wajahnya terlalu ceria.

Sabtu, 01 November 2014

Tubuh 31 Tahun

Posted by nofi.hidayanti at November 01, 2014 0 comments
Mereka menyebut saya dengan nama Mira, kependekan dari “Mirror” katanya. Sepasang manusia yang hidup tanpa nama cinta itulah yang memberikan saya nama Mira. Kata mereka, kelak saya mencerminkan kecantikan  saya di ribuan cermin, membiarkan oranglain terpesona akan  saya. Konyol.
Mereka benar. Saya senang bercermin. Saya akan mengingat pandangan mereka yang menatap mesum ke arah saya setiap saya berjalan ke arah mereka. Mereka mungkin mengira saya masih dua puluhan. Padahal kini usia saya menginjak angka tiga puluh satu. Momok menakutkan bagi para wanita bila bertemu angka tersebut. Akankah saya tetap cantik? Bagaimana tubuh saya? Ah, manusia. Perempuan.

Jumat, 10 Oktober 2014

HIM

Posted by nofi.hidayanti at Oktober 10, 2014 0 comments
Post ini saya dedikasikan untuk seorang pria yang jauh di sana, namun selalu ada untuk saya....


Pada akhirnya, yang setia dan selalu ada di sampingmu akan mengalahkan segala hal yang datang merajuk padamu. Mungkin dia tidak sempurna. Mungkin dia tidak seperti yang kau harapkan. Ada banyak kekurangan pada dirinya, yang justru ternyata dimiliki dan disempurnakan oleh yang lainnya.
Mungkin sampai detik ini dia masih sering membuatmu kesal dan menangis sampai setengah malam. Tapi, dia tidak pernah pergi. Tidak benar-benar menyerah padamu. He keep trying. He does. And the other one, doesnt make the some thing. Belum tentu mau melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan. Belum tentu kuat berjuang untukmu.Mungkin, dia jauh lebih sempurna. Dia memenuhi hampir semua kriteriamu sebagai seorang Prince Charming yang pintar dan dewasa. Tapi, he doesnt good enough for me. Aku tidak membutuhkan pria seperti itu sebenarnya. Dia.... kuharap hanya sekedar tamu yang tidak diundang. 
Bersyukurlah karena pada akhirnya kamu mengambil keputusan yang terbaik untuk hidupmu. Karena, apa dan siapa yang kamu butuhkan hanya seseorang yang tidak akan menyerah pada kondisi seperti apapun. Seseorang yang akan terus untukmu, bersamamu. Bukanlah seseorang yang terlalu pengecut untuk sekedar jujur. Bersyukurlah, karena kamu memiliki seseorang rela membuatmu bahagia. Bersyukurlah, karena semua keputusanmu membawa kebahagiaan untuk orang-orang di sekitarnya. Karena, benar, tidak selalu yang kamu inginkan menjadi sesuatu yang kamu butuhkan. Bersyukurlah atas apa yang telah kamu miliki saat ini. And, the last, I hope he will be the last. Love you, By.

Kamis, 28 Agustus 2014

Kisah Kasih Nyata

Posted by nofi.hidayanti at Agustus 28, 2014 0 comments
Surat Terbuka, Ucapan Terima Kasih
KKN (Kisah Kasih Nyata) 35 Hari



Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana cara Allah memutarbalikkan perasaan seseorang. Tidak ada yang tahu pula caraNya menyelipkan nama orang-orang tertentu di ingatanmu, dihatimu. Tapi saat ini saya tersadar, mungkin inilah cara Allah memberikan saya kebahagiaan, dengan memberikan orang-orang tersayang ke tengah hidup saya. KKN, kuliah kerja nyata, menjadi media bagi kita untuk saling mengenal. Awalnya saya hanya berharap ini semua bisa berjalan dengan cepat. Awalnya saya tak mengingkan ada sesuatu yang lebih. Tapi ternyata Allah menjawab doa saya dengan caranya. Lewat mereka, sebut saja mereka Yolanda, Giesa, Khanan, Yaya, Ifa, Indah, Revin, Mas Adit, dan Markham, Allah memberikan saya hari-hari terbaik dalam hidup saya.
10 kepala dengan karakter yang berbeda, hati dan pemikiran yang tak serupa, juga segala macam rupa hal yang tak sama. Tapi lewat KKN, kita menjadi satu kesatuan. Satu tim. Satu keluarga. Satu kebersamaan. Satu kebahagiaan. Satu canda.

Kamis, 21 Agustus 2014

Only God Knows

Posted by nofi.hidayanti at Agustus 21, 2014 0 comments
Aku yakin tuhan memiliki rencanaNya sendiri tentang semua ini. Ia yang tahu apa dan siapa yang terbaik untukku. Bila dia bukanlah jawaban dari setiap doaku, aku memohon untuk diberi kemahiran mengikhlaskannya. Aku tak memohon Tuhan untuk menghapus semua kenangan manis yang telah aku lalui bersamanya. Aku hanya berharap tak ada luka dan perih yang tertinggal pada diriku ketika menyebut, mendengar, melihat, menyentuh dirinya. Biarkan ingatan tentangnya tetap ada. Setidaknya, suatu hari nanti aku bisa mengenangnya sebagai seorang pria dewasa yang membuatku nyaman. Pria dewasa yang membuat telinga dan hatiku tenang ketika mendengarnnya bersua dan melantunkan ayat-ayat suci alqur'an. Pria yang membuat jantungku berdetak kencang ketika akhirnya ia menyentuh dan mengelus halus kedua tanganku. Pria yang membuatku terus tertawa. Terima kasih Tuhan telah mengenalkanku dengan seseorang yang baik dan menyenangkan. Terima kasih, meskipun mungkin aku berharap lebih padanya. Biarkan aku mengenangnya dan tetap tersenyum pada akhirnya.
 

Nofi's Blog Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos