Kamis, 28 Agustus 2014

Kisah Kasih Nyata

Posted by nofi.hidayanti at Agustus 28, 2014 0 comments
Surat Terbuka, Ucapan Terima Kasih
KKN (Kisah Kasih Nyata) 35 Hari



Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana cara Allah memutarbalikkan perasaan seseorang. Tidak ada yang tahu pula caraNya menyelipkan nama orang-orang tertentu di ingatanmu, dihatimu. Tapi saat ini saya tersadar, mungkin inilah cara Allah memberikan saya kebahagiaan, dengan memberikan orang-orang tersayang ke tengah hidup saya. KKN, kuliah kerja nyata, menjadi media bagi kita untuk saling mengenal. Awalnya saya hanya berharap ini semua bisa berjalan dengan cepat. Awalnya saya tak mengingkan ada sesuatu yang lebih. Tapi ternyata Allah menjawab doa saya dengan caranya. Lewat mereka, sebut saja mereka Yolanda, Giesa, Khanan, Yaya, Ifa, Indah, Revin, Mas Adit, dan Markham, Allah memberikan saya hari-hari terbaik dalam hidup saya.
10 kepala dengan karakter yang berbeda, hati dan pemikiran yang tak serupa, juga segala macam rupa hal yang tak sama. Tapi lewat KKN, kita menjadi satu kesatuan. Satu tim. Satu keluarga. Satu kebersamaan. Satu kebahagiaan. Satu canda.

Kamis, 21 Agustus 2014

Only God Knows

Posted by nofi.hidayanti at Agustus 21, 2014 0 comments
Aku yakin tuhan memiliki rencanaNya sendiri tentang semua ini. Ia yang tahu apa dan siapa yang terbaik untukku. Bila dia bukanlah jawaban dari setiap doaku, aku memohon untuk diberi kemahiran mengikhlaskannya. Aku tak memohon Tuhan untuk menghapus semua kenangan manis yang telah aku lalui bersamanya. Aku hanya berharap tak ada luka dan perih yang tertinggal pada diriku ketika menyebut, mendengar, melihat, menyentuh dirinya. Biarkan ingatan tentangnya tetap ada. Setidaknya, suatu hari nanti aku bisa mengenangnya sebagai seorang pria dewasa yang membuatku nyaman. Pria dewasa yang membuat telinga dan hatiku tenang ketika mendengarnnya bersua dan melantunkan ayat-ayat suci alqur'an. Pria yang membuat jantungku berdetak kencang ketika akhirnya ia menyentuh dan mengelus halus kedua tanganku. Pria yang membuatku terus tertawa. Terima kasih Tuhan telah mengenalkanku dengan seseorang yang baik dan menyenangkan. Terima kasih, meskipun mungkin aku berharap lebih padanya. Biarkan aku mengenangnya dan tetap tersenyum pada akhirnya.

Rabu, 09 Juli 2014

Rindu Terdalam

Posted by nofi.hidayanti at Juli 09, 2014 0 comments
Dear my love, mom dad sis bf and my boy....
Kulampirkan post ini sebagai wujud rinduku kepada kalian. Entah sejak kapan, aku merindukan kalian. Setiap detik berjauhan membuatku sadar begitu aku membutuhkan kalian. Belum lagi pesan yang setiap waktu mama lampirkan. Ketika dia berjanji akan membuatkanku Lasagna yang lezat. Ada rindu dan sedih yang terlukis dari setiap katanya. Mah, kau tahu aku juga merindukanmu.
Bahkan mimpi-mimpiku menyatakan hal yang serupa. Kini, hampir setiap malam mama dan bapak hadir dalam mimpiku. Pertama, aku bermimpi mama mengunjungiku lagi ke sini. Beberapa hari. Dan ketika hari kepulangan tiba, mama justru tak tahu jam kepulangannya. Ia telat dan tertinggal kereta sampai harus menemaniku lebih lama di perantauan.
Kedua, aku bermimpi pulang ke Jakarta. Lalu aku pergi berbelanja bersama mama, bapak, dan adik. Aku merengek dibelikan mug princess kepada mama.
Apa pertanda semua ini? Aku merindukan mereka ya Allah. Apalagi ditengah bulan Ramadhan seperti ini. Biasanya aku selalu bersama mereka.
Keluargaku yang tercinta, kuharap Allah selalu menjaga dan melindungi kalian. Kuharap kalian sehat selalu. Kuharap akan segera datang hari kepulanganku itu. LOVE

Jumat, 04 Juli 2014

Mamma

Posted by nofi.hidayanti at Juli 04, 2014 0 comments

Kutitipkan lembaran surat ini kepada Mama, sebagai bentuk kerinduan yang teramat sangat....
Dear Mama,

Mungkin ini yang sebenarnya dirasakan oleh orangtua terutama seorang ibu. Risau, gelisah, dan menahan sedih. Bagaimana bisa seorang ibu bisa duduk diam dan tenang, ketika gadis kecil yang biasanya ia temani selama Ramadhan, berada jauh di sana. Sendiri. Tanpanya. Bagaimana? Pertama kalinya dalam duapuluh satu tahun, si ibu harus mengambil jarak dengan putrinya. Biasanya, iya biasanya, putrinya tersebut dibangunkan setiap pukul tiga. Si ibu akan memasakkan makanan. Apa saja yang putrinya sukai. Yang putrinya inginkan untuk menu sahur. Si ibu akan dengan sabar bangun mungkin sejam-dua jam sebelum putrinya, hanya untuk memasak. Si ibu tak pernah marah apalagi murka kepada putrinya hanya karena ia malas untuk bangun. Si ibu selalu hangat. Seperti biasa. Dengan caranya. Sebagai seorang ibu dan seorang teman. Lalu mereka akan menyantap menu sahur mereka, aneka lauk pauk, buah-buahan, sayur, dan juga susu. Iya, sang Ayah tak pernah lupa membelikannya susu dan buah kurma. Selesai itu, si ibu akan memperingatkan putrinya untuk menunaikan sholat shubuh.

Selasa, 24 Juni 2014

Up and Down; Underpressure

Posted by nofi.hidayanti at Juni 24, 2014 0 comments
Halooo, entah sudah berapa lama saya tidak post sesuatu di sini. Memang kehidupan saya saat ini sedang tidak stabil, kau tahu semester enam sungguh-sungguh menyakitkan. Di semester ini saya harus gigit jari karena kesulitan untuk pulang. Saya harus menelan ludah setiap kali muncul kemungkinan saya harus membatalkan kepulangan hanya karena ada rapat atau pertemuan di kampus. Terlepas dari itu, di semester enam juga akhirnya seluruh keluarga dan pacar mengunjungi saya di sini. Memang tidak bersamaan, mereka datang bergantian. Dimulai dari adik, pacar, mama, dan terakhir bapak. Ada kebahagiaan tersendiri bisa dikunjungi mereka. Meskipun pada akhirnya saya tetap harus menarik napas panjang dan menahan air mata ketika harus mengantarkan mereka pulang ke stasiun. Berat rasanya, sungguh. Saya harus memasang senyum palsu, meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya akan baik-baik saja selepas mereka pergi. Tapi tak semudah itu. Saya merasakan naik turunnya emosi selepas mereka pulang. Kesendirian itu tidak selalu menyenangkan yang dibayangkan. Belum lagi beberapa tekanan yang hadir ke diri saya, menambah beban di hati ini. Saya ingin marah. Saya ingin menangis. Saya ingin bercerita tentang semua rasa dan gundah yang saya simpan jauh di hati dan fikiran saya, entah sejak kapan. Rasanya setiap detik semakin menyiksa karena saya tidak tahu harus bercerita ke siapa. Bukannya tak percaya, hanya saja ada perasaan tak nyaman ketika menceritakannya kepada oranglain. Perasaan yang mungkin egois untuk saya utarakan.

Pernahkah kalian merasa berada dibawah tekanan tapi tidak tahu harus memohon kepada siapa? Atau merasa kehadiran kalian tidak dianggap dan berpura-pura kalian baik-baik saja? Tersenyum padahal dalam hati kalian ingin menangis dan marah. Perasaan itu setiap harinya datang dan pergi di kehidupan saya akhir-akhir ini. Saya hanya bisa berharap semua ini cepat berakhir, semuanya kembali normal, dan saya bisa pulang melepas semua beban ini. Setidaknya saya harus bersabar sampai akhirnya nanti tiba kepulangan saya. Kuatlah, saya mohon. Tersenyumlah selagi bisa. Allah mendengar semua doamu. Allah tahu bagaimana sakit dan terlukanya hatimu. Jadi, bersabarlah. Allah tidak akan memberikanmu cobaan di luar kemampuanmu. Yakinlah akan hal itu. Yakinlah akan tiba masanya kau juga merasakan kebahagiaan dan ketenangan. Up and Down, Underpressure, hanya ada di masa ini. Yakinlah.
 

Nofi's Blog Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos