Rabu, 07 September 2016

Jatuh Sejatuh Jatuhnya

Posted by nofi.hidayanti at September 07, 2016
Kita semua pernah dibuat jatuh karena cinta, mencinta, dan dicinta oleh seseorang yang tak pernah diduga. Rasanya bagai jutaan doa dijawab Tuhan dalam satu kata. Cinta. Kita semua pernah dibuat jatuh sejatuhnya dan rela semakin jauh jatuh karenanya. Hingga tak lagi kau lihat luka. Bagimu hanya ada dia. Kita semua pernah dibuat lepas tertawa dan tersenyum bahagia, tak memandang lagi derita. Bagimu benar-benar hanya ada dia.
Jatuh karena cintanya, adalah jatuh sejatuhnya yang tak melukaiku. Karena tak lagi kutemukan dimana kesedihan di musim lalu. Karena tak ingin lagi kubuka kisah yang telah melaluiku. Jatuh karena mencintainya, adalah jatuh sejatuhnya yang ingin terus kualami. Karena tak mampu aku menahan ribuan kupu-kupu memenuhi dada ini. Sesak karena mereka terus menahanku untuk tidak pergi.
Jatuh cinta mencinta dengannya, bagai aku siap dengan segalanya. Tak lagi kuanggap bagaimana kami berbeda. Tuhan Esa. Bumi tempat kami berpijak sama. Lantas mengapa harus takut dengan kemungkinan yang ada? Jatuh cinta mencinta dengannya, bagai aku ikhlas dengan segalanya. Tak lagi kuanggap luka yang tersisa. Aku berikan saja tempat untuk bahagia.
Kita semua pernah dibuat jatuh karena cinta, mencinta, dan dicinta oleh seseorang yang tak pernah diduga. Rasanya bagai jutaan doa dijawab Tuhan dalam satu kata. Cinta. Kita semua pernah dibuat jatuh sejatuhnya dan rela semakin jauh jatuh karenanya. Jatuh yang tak membuatmu terluka. Jatuh yang membuatmu bahagia.

Aku jatuh cinta, mencinta dan berharap dicinta, rela jatuh sejatuhnya, semakin jauh jatuh, tanpa berharap kamu berbalik memelukku selamanya.

0 comments:

Posting Komentar

 

Nofi's Blog Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos