Jumat, 10 Oktober 2014

HIM

Posted by nofi.hidayanti at Oktober 10, 2014 0 comments
Post ini saya dedikasikan untuk seorang pria yang jauh di sana, namun selalu ada untuk saya....


Pada akhirnya, yang setia dan selalu ada di sampingmu akan mengalahkan segala hal yang datang merajuk padamu. Mungkin dia tidak sempurna. Mungkin dia tidak seperti yang kau harapkan. Ada banyak kekurangan pada dirinya, yang justru ternyata dimiliki dan disempurnakan oleh yang lainnya.
Mungkin sampai detik ini dia masih sering membuatmu kesal dan menangis sampai setengah malam. Tapi, dia tidak pernah pergi. Tidak benar-benar menyerah padamu. He keep trying. He does. And the other one, doesnt make the some thing. Belum tentu mau melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan. Belum tentu kuat berjuang untukmu.Mungkin, dia jauh lebih sempurna. Dia memenuhi hampir semua kriteriamu sebagai seorang Prince Charming yang pintar dan dewasa. Tapi, he doesnt good enough for me. Aku tidak membutuhkan pria seperti itu sebenarnya. Dia.... kuharap hanya sekedar tamu yang tidak diundang. 
Bersyukurlah karena pada akhirnya kamu mengambil keputusan yang terbaik untuk hidupmu. Karena, apa dan siapa yang kamu butuhkan hanya seseorang yang tidak akan menyerah pada kondisi seperti apapun. Seseorang yang akan terus untukmu, bersamamu. Bukanlah seseorang yang terlalu pengecut untuk sekedar jujur. Bersyukurlah, karena kamu memiliki seseorang rela membuatmu bahagia. Bersyukurlah, karena semua keputusanmu membawa kebahagiaan untuk orang-orang di sekitarnya. Karena, benar, tidak selalu yang kamu inginkan menjadi sesuatu yang kamu butuhkan. Bersyukurlah atas apa yang telah kamu miliki saat ini. And, the last, I hope he will be the last. Love you, By.

Kamis, 28 Agustus 2014

Kisah Kasih Nyata

Posted by nofi.hidayanti at Agustus 28, 2014 0 comments
Surat Terbuka, Ucapan Terima Kasih
KKN (Kisah Kasih Nyata) 35 Hari



Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana cara Allah memutarbalikkan perasaan seseorang. Tidak ada yang tahu pula caraNya menyelipkan nama orang-orang tertentu di ingatanmu, dihatimu. Tapi saat ini saya tersadar, mungkin inilah cara Allah memberikan saya kebahagiaan, dengan memberikan orang-orang tersayang ke tengah hidup saya. KKN, kuliah kerja nyata, menjadi media bagi kita untuk saling mengenal. Awalnya saya hanya berharap ini semua bisa berjalan dengan cepat. Awalnya saya tak mengingkan ada sesuatu yang lebih. Tapi ternyata Allah menjawab doa saya dengan caranya. Lewat mereka, sebut saja mereka Yolanda, Giesa, Khanan, Yaya, Ifa, Indah, Revin, Mas Adit, dan Markham, Allah memberikan saya hari-hari terbaik dalam hidup saya.
10 kepala dengan karakter yang berbeda, hati dan pemikiran yang tak serupa, juga segala macam rupa hal yang tak sama. Tapi lewat KKN, kita menjadi satu kesatuan. Satu tim. Satu keluarga. Satu kebersamaan. Satu kebahagiaan. Satu canda.

Kamis, 21 Agustus 2014

Only God Knows

Posted by nofi.hidayanti at Agustus 21, 2014 0 comments
Aku yakin tuhan memiliki rencanaNya sendiri tentang semua ini. Ia yang tahu apa dan siapa yang terbaik untukku. Bila dia bukanlah jawaban dari setiap doaku, aku memohon untuk diberi kemahiran mengikhlaskannya. Aku tak memohon Tuhan untuk menghapus semua kenangan manis yang telah aku lalui bersamanya. Aku hanya berharap tak ada luka dan perih yang tertinggal pada diriku ketika menyebut, mendengar, melihat, menyentuh dirinya. Biarkan ingatan tentangnya tetap ada. Setidaknya, suatu hari nanti aku bisa mengenangnya sebagai seorang pria dewasa yang membuatku nyaman. Pria dewasa yang membuat telinga dan hatiku tenang ketika mendengarnnya bersua dan melantunkan ayat-ayat suci alqur'an. Pria yang membuat jantungku berdetak kencang ketika akhirnya ia menyentuh dan mengelus halus kedua tanganku. Pria yang membuatku terus tertawa. Terima kasih Tuhan telah mengenalkanku dengan seseorang yang baik dan menyenangkan. Terima kasih, meskipun mungkin aku berharap lebih padanya. Biarkan aku mengenangnya dan tetap tersenyum pada akhirnya.

Rabu, 09 Juli 2014

Rindu Terdalam

Posted by nofi.hidayanti at Juli 09, 2014 0 comments
Dear my love, mom dad sis bf and my boy....
Kulampirkan post ini sebagai wujud rinduku kepada kalian. Entah sejak kapan, aku merindukan kalian. Setiap detik berjauhan membuatku sadar begitu aku membutuhkan kalian. Belum lagi pesan yang setiap waktu mama lampirkan. Ketika dia berjanji akan membuatkanku Lasagna yang lezat. Ada rindu dan sedih yang terlukis dari setiap katanya. Mah, kau tahu aku juga merindukanmu.
Bahkan mimpi-mimpiku menyatakan hal yang serupa. Kini, hampir setiap malam mama dan bapak hadir dalam mimpiku. Pertama, aku bermimpi mama mengunjungiku lagi ke sini. Beberapa hari. Dan ketika hari kepulangan tiba, mama justru tak tahu jam kepulangannya. Ia telat dan tertinggal kereta sampai harus menemaniku lebih lama di perantauan.
Kedua, aku bermimpi pulang ke Jakarta. Lalu aku pergi berbelanja bersama mama, bapak, dan adik. Aku merengek dibelikan mug princess kepada mama.
Apa pertanda semua ini? Aku merindukan mereka ya Allah. Apalagi ditengah bulan Ramadhan seperti ini. Biasanya aku selalu bersama mereka.
Keluargaku yang tercinta, kuharap Allah selalu menjaga dan melindungi kalian. Kuharap kalian sehat selalu. Kuharap akan segera datang hari kepulanganku itu. LOVE

Jumat, 04 Juli 2014

Mamma

Posted by nofi.hidayanti at Juli 04, 2014 0 comments

Kutitipkan lembaran surat ini kepada Mama, sebagai bentuk kerinduan yang teramat sangat....
Dear Mama,

Mungkin ini yang sebenarnya dirasakan oleh orangtua terutama seorang ibu. Risau, gelisah, dan menahan sedih. Bagaimana bisa seorang ibu bisa duduk diam dan tenang, ketika gadis kecil yang biasanya ia temani selama Ramadhan, berada jauh di sana. Sendiri. Tanpanya. Bagaimana? Pertama kalinya dalam duapuluh satu tahun, si ibu harus mengambil jarak dengan putrinya. Biasanya, iya biasanya, putrinya tersebut dibangunkan setiap pukul tiga. Si ibu akan memasakkan makanan. Apa saja yang putrinya sukai. Yang putrinya inginkan untuk menu sahur. Si ibu akan dengan sabar bangun mungkin sejam-dua jam sebelum putrinya, hanya untuk memasak. Si ibu tak pernah marah apalagi murka kepada putrinya hanya karena ia malas untuk bangun. Si ibu selalu hangat. Seperti biasa. Dengan caranya. Sebagai seorang ibu dan seorang teman. Lalu mereka akan menyantap menu sahur mereka, aneka lauk pauk, buah-buahan, sayur, dan juga susu. Iya, sang Ayah tak pernah lupa membelikannya susu dan buah kurma. Selesai itu, si ibu akan memperingatkan putrinya untuk menunaikan sholat shubuh.

 

Nofi's Blog Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos