Jumat, 04 Juli 2014

Mamma

Posted by nofi.hidayanti at Juli 04, 2014 0 comments

Kutitipkan lembaran surat ini kepada Mama, sebagai bentuk kerinduan yang teramat sangat....
Dear Mama,

Mungkin ini yang sebenarnya dirasakan oleh orangtua terutama seorang ibu. Risau, gelisah, dan menahan sedih. Bagaimana bisa seorang ibu bisa duduk diam dan tenang, ketika gadis kecil yang biasanya ia temani selama Ramadhan, berada jauh di sana. Sendiri. Tanpanya. Bagaimana? Pertama kalinya dalam duapuluh satu tahun, si ibu harus mengambil jarak dengan putrinya. Biasanya, iya biasanya, putrinya tersebut dibangunkan setiap pukul tiga. Si ibu akan memasakkan makanan. Apa saja yang putrinya sukai. Yang putrinya inginkan untuk menu sahur. Si ibu akan dengan sabar bangun mungkin sejam-dua jam sebelum putrinya, hanya untuk memasak. Si ibu tak pernah marah apalagi murka kepada putrinya hanya karena ia malas untuk bangun. Si ibu selalu hangat. Seperti biasa. Dengan caranya. Sebagai seorang ibu dan seorang teman. Lalu mereka akan menyantap menu sahur mereka, aneka lauk pauk, buah-buahan, sayur, dan juga susu. Iya, sang Ayah tak pernah lupa membelikannya susu dan buah kurma. Selesai itu, si ibu akan memperingatkan putrinya untuk menunaikan sholat shubuh.

Selasa, 24 Juni 2014

Up and Down; Underpressure

Posted by nofi.hidayanti at Juni 24, 2014 0 comments
Halooo, entah sudah berapa lama saya tidak post sesuatu di sini. Memang kehidupan saya saat ini sedang tidak stabil, kau tahu semester enam sungguh-sungguh menyakitkan. Di semester ini saya harus gigit jari karena kesulitan untuk pulang. Saya harus menelan ludah setiap kali muncul kemungkinan saya harus membatalkan kepulangan hanya karena ada rapat atau pertemuan di kampus. Terlepas dari itu, di semester enam juga akhirnya seluruh keluarga dan pacar mengunjungi saya di sini. Memang tidak bersamaan, mereka datang bergantian. Dimulai dari adik, pacar, mama, dan terakhir bapak. Ada kebahagiaan tersendiri bisa dikunjungi mereka. Meskipun pada akhirnya saya tetap harus menarik napas panjang dan menahan air mata ketika harus mengantarkan mereka pulang ke stasiun. Berat rasanya, sungguh. Saya harus memasang senyum palsu, meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya akan baik-baik saja selepas mereka pergi. Tapi tak semudah itu. Saya merasakan naik turunnya emosi selepas mereka pulang. Kesendirian itu tidak selalu menyenangkan yang dibayangkan. Belum lagi beberapa tekanan yang hadir ke diri saya, menambah beban di hati ini. Saya ingin marah. Saya ingin menangis. Saya ingin bercerita tentang semua rasa dan gundah yang saya simpan jauh di hati dan fikiran saya, entah sejak kapan. Rasanya setiap detik semakin menyiksa karena saya tidak tahu harus bercerita ke siapa. Bukannya tak percaya, hanya saja ada perasaan tak nyaman ketika menceritakannya kepada oranglain. Perasaan yang mungkin egois untuk saya utarakan.

Pernahkah kalian merasa berada dibawah tekanan tapi tidak tahu harus memohon kepada siapa? Atau merasa kehadiran kalian tidak dianggap dan berpura-pura kalian baik-baik saja? Tersenyum padahal dalam hati kalian ingin menangis dan marah. Perasaan itu setiap harinya datang dan pergi di kehidupan saya akhir-akhir ini. Saya hanya bisa berharap semua ini cepat berakhir, semuanya kembali normal, dan saya bisa pulang melepas semua beban ini. Setidaknya saya harus bersabar sampai akhirnya nanti tiba kepulangan saya. Kuatlah, saya mohon. Tersenyumlah selagi bisa. Allah mendengar semua doamu. Allah tahu bagaimana sakit dan terlukanya hatimu. Jadi, bersabarlah. Allah tidak akan memberikanmu cobaan di luar kemampuanmu. Yakinlah akan hal itu. Yakinlah akan tiba masanya kau juga merasakan kebahagiaan dan ketenangan. Up and Down, Underpressure, hanya ada di masa ini. Yakinlah.

Rabu, 26 Februari 2014

6 Bulan Yeaaay!

Posted by nofi.hidayanti at Februari 26, 2014 0 comments
Beberapa orang berkata "Setiap hubungan memiliki permasalahannya sendiri. Dan karena masalah itu, sebuah hubungan bisa menjadi bahan pertimbangan; sempurna atau tidak. Karena dalam sebuah hubungan yang sempurna, ada dua orang yang saling mencintai yang akan bertahan dalam berbagai situasi, tidak peduli sesulit apa masalah dalam hubungan mereka".


OMG pangkat 2! Finally, Puji Syukur Ya Allah. It's really my first time. Setelah sekian lama pacaran dengan beberapa pria dan selalu not-lucky-enough, akhirnya aku mempertahankan hubunganku sampai detik ini. 6 Bulan, Yipppppi! It's really fun, totally fun when you realized you better enough to someone else. And that's sweet there is a man who loves you no matter what. He never stop trying. He never give up on you. I mean, aku gak bermaksud membandingkannya dengan pria-pria sebelumnya. They are really great, but maybe I dont need. And with Rahmat, I can be myself. He is the reason for everything. He is the one all my love quotes about. He is the guy I'm thinking every time. He just become such a big part of my life.

Happy Mensiversary to the man I want beside me every night for the rest of forever. Terimakasih banyak untuk 6 bulan, 184 hari, 4.416 jam, dan 15.897.600 detik kebersamaan ini  Thankyou, you're still holding my hand and still beside me. Kita bertahan, kita selalu bisa mencari jalan keluarnya. I know that, cause' you are me. Me are you. We are same, we are one. Today, It's already 6th Month. I want us to be together until the day that we can't define, but I hope, I'll spend it with you, Love. Semoga ke depannya lebih baik. Barakallah. I love you, I always will. Your sweetest sugar, xx! 

Kamis, 20 Februari 2014

Home Sweet Home

Posted by nofi.hidayanti at Februari 20, 2014 0 comments
TADAAAAAA! Home sweet home, finally. Ada perasaan bahagia dan nyaman yang gak bisa kamu jelaskan saat kamu bisa menghabiskan waktu yang kamu miliki bersama orang-orang tercinta, di rumah. Dan saat inilah yang selalu saya tunggu. Akhir tahun 2013 saya lalui di rumah, bersama keluarga dan kekasih saya. Tentunya setelah dua kali merayakan tahun baru di kota perantauan, tahun baru 2014 kali ini menjadi double-special. Bagaimana tidak, tahun sebelumnya saya hanya berdiam diri di dalam kamar kostan. Benar-benar sebuah kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Selesai perayaan tahun baru, saya harus kembali ke kota perantauan. Ada ujian akhir semester yang harus saya selesaikan. Alhamdulillah, puji syukur, semuanya berjalan lancar. Saya segera kembali pulang. Sekitar satu setengah bulan saya habiskan bersama keluarga, sahabat, dan pria tersayang. Semuanya terasa manis bagi saya. Semuanya indah. Semuanya tidak bisa saya lupakan. Melihat senyum dari wajah orang-orang yang aku sayang benar-benar menjadi kebagiaan yang tak ternilai dengan kata-kata. Bisa menemani keluarga, merayakan 4th year GNC, dan mensiv bersama mamas :)



Selasa, 26 November 2013

Pendek atau Panjang?

Posted by nofi.hidayanti at November 26, 2013 0 comments
Halooo, saat ini saya akan berbagi tentang hal-hal yang lebih ringan dari postingan yang sebelumnya ya hehehehe saat ini saya ingin bertanya pendapat kalian tentang sesuatu. Menurut kalian apakah saya lebih baik tampil dengan rambut panjang atau rambut pendek? Pertanyaan konyol yah? Hehehehe ._. saya galau harus memilih rambut yang seperti apa saat ini. Terkadang merasa lebih nyaman dengan rambut pendek. Saya tak perlu susah payah menatanya. Tapi dilain kesempatan saya juga merindukan tampil dengan rambut panjang yang terurai. Ya, namanya juga manusia :)
Mungkin beberapa foto ini bisa menjadi referensi atau pertimbangan, apakah saya lebih baik tampil dengan rambut panjang atau pendek.


Rambut pendek





Rambut panjang



Bagaimana menurut pendapat kalian? :)
 

Nofi's Blog Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos