Senin, 08 April 2013

Beri Aku Terapi

Posted by nofi.hidayanti at April 08, 2013 0 comments
Akhir cerita yang dramatis. Bahkan aku ragu kapan telah memulainya. Luka yang seharusnya tidak pernah ada. Ya bila saja aku sedikit percaya pada kenyataan, bukan dunia dongeng. Luka itu, ia terbaring nyata dan abadi disana tanpa nama. Diantara puing harapan yang tiap detik aku rangkai dan hancur begitu saja. Ketika aku sadar akan perihnya, hujan pun datang. Bersama kiamat kecil disanubari ini. Semua menambah goresan kisah yang entah dimana akhir sebenarnya. Aku bersimpuh.... semoga hujan membawa pergi luka tanpa nama ini. Semoga jarak diantara kami mampu mengalihkan ingatanku. Atau musim menguburkan tawa dan candanya dibagian bumi yang terdalam.

Kukira semua ini berhasil. Satu bulan, sudah satu bulan kata perpisahan itu terucap darinya. Oke... entah perpisahan dalam konteks seperti apa, yang jelas kurasakan tak ada lagi ucapan selamat pagi darinya. Kembali, satu bulan, aku kira aku mampu. Tapi ternyata aku sedang membohongi diriku. Selalu seperti itu sepertinya. Ketika beberapa sosok hadir menawarkan kisah baru, aku masih saja memimpikannya.
Kisah-lama-yang-harusnya-kutinggalkan.

Jumat, 08 Maret 2013

Surat Yang Tak Terkirim

Posted by nofi.hidayanti at Maret 08, 2013 0 comments
Setiap kali mendengar namanya, atau melihatnya melintas di timeline twitter, facebook, instagram, atau social network lainnya, rasanya hatiku terasa sakit. Aku merindukannya. Perasaan yang tidak akan pernah bisa kujelaskan. Karena memang semua ini memang tidak pernah cukup logis untuk diutarakan. Bagaimana bisa kamu merindukan seseorang yang bahkan sampai detik ini belum pernah kau temui? Tapi saat aku membaca teks tawa atau senyum darinya membuatku tenang sekali. Together... i wanna like this everythime. I wanna make him happy, however without me...

Ketika masaku dirumah hampir menemui batas, aku ingin sekali mendapatkan satu kesempatan bertemu. Tapi ternyata hingga kini semua itu hanya mimpi. Ya benar, ia benar-benar seperti mimpi yang takkan pernah menjadi nyata. Terlalu indah. Terlalu jauh aku bermimpi dan berharap. Setiap detik aku memikirkannya, setiap detik itu pula tercipta surat untuknya. Surat yang tak terkirim. Surat yang tak pernah sampai pada tujuannya.

Minggu, 10 Februari 2013

3 Tahun GNC

Posted by nofi.hidayanti at Februari 10, 2013 0 comments

Februari 2013. Tepat 3 tahun yang lalu, semasa kami masih duduk dibangku SMA, masih bisa menghabiskan waktu sebanyak yang kami bisa, kami sepakat membentuk GNC. Persahabatan antara 3 orang gadis berlatar belakang yang berbeda namun selalu bersama untuk berbagi, menangis, dan tertawa. GNC! Singkatan dari nama kami bertiga. Ghita, Nofi, dan Chendy. Aku ingat tahun pertama kami merayakan bersama di Pondok Lestari. Ditahun pertama semua terlihat begitu mudah bagi kami. Meski...ditahun itu pula sering timbul perselisihan yang kadang menyebabkan kami bermusuhan hehehehe lucu sekali bila mengingatnya. Tahun kedua kami mulai terpisah. Semua demi urusan kuliah. Takdir memaksa kami memilih. Ghita yang berkuliah di UNJ otomatis menetap di Jakarta. Chendy berkuliah di Unikom Bandung. Lalu aku, aku berkuliah di UNSOED Purwokerto. Kami berpisah. Jakarta-Bandung-Purwokerto. Andai saja jarak bisa lebih sempitttttt. Sedikit saja... Tapi aku bersyukur ditahun kedua kami masih bisa menghabiskan Anniversary GNC di Ragusa.

Bogor

Posted by nofi.hidayanti at Februari 10, 2013 0 comments


Ini foto waktu lagi liburan ke Bogor sama Ghita Chendy. I love this one!



Kebahagiaan

Posted by nofi.hidayanti at Februari 10, 2013 0 comments
Hai blogger. Sudah lama gak singgah di blog kecil ku ini. Selama hampir dua bulan ini banyak sekali peristiwa yang terjadi, dari yang menyenangkan, menyebalkan, dan sangat hangat. UAS ku berjalan cukup lancar meskipun pada akhirnya IP ku kurang memuaskan. IP ku turun jadi 3,33 :( over all, alhamdulillah. Tahun baru 2013 kujalani seorang diri dikamar kostan. Rasanya menyedihkan sekali ya? Hehehehhehe tak masalah karena pertengahan Januari aku sudah bisa pulang dan berkumpul dirumah bersama keluargaku. Kudapatkan lagi semua kehangatan yang kurindukan itu. Mama sehat. Lebih kuat dari dugaanku. Ternyata kecelakaan bulan lalu tak sanggup mematahkan keceriaannya. Aku lega. Bapak lebih sehat. Dan rasa sayangnya kini semakin terlihat jelas. Adekku tak banyak berubah. Tapi kami lebih akrab. Mungkin alasan dibalik semua kebahagiaan dirumah ini karena jarak. Jarak membuat kami lebih menghargai artinya pertemuan.
 

Nofi's Blog Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos