Kamis, 03 November 2011

Dan Sekarang????

Posted by nofi.hidayanti at November 03, 2011 0 comments
Belum habis rasa rindu di dada, kini masalah baru muncul. Ya entahlah.... ini sebuah masalah atau bukan. Yang jelas ini jadi hal penting bagi kelanjutan hubungan kami.
Jelas, aku merasa tidak nyaman dengan semua. Ketika kami mulai membuka topik serius namun tak ada feedback....... bukan kah itu menyakitkan? Aku jadi merasa bertanya-tanya. Apa ada yang salah dengan diriku? Apakah ia tersingguh dengan kejujuranku?
Mungkin terlalu sastra sekali bahasaku, baik akan aku perjelas.

Selasa, 01 November 2011

What Should I Do????

Posted by nofi.hidayanti at November 01, 2011 0 comments
YA TUHAN....
Kini apa yang harus aku lakukan? Dia melakukannya lagi. Dia membuatku bingung seperti biasa. Kemarin ia mengatakan dengan tersirat bahwa hubungan kami takkan berhasil. Aku harus membuka hatiku untuk pria lain. Tapi mengapa sekarang ia datang lagi ya TUHAN?
Mengapa ia masih mengirimiku pesan?
Mengatakan KANGEN diriku?
Memanggil ku dengan sebutan JERRY KU?
Tersenyum dan berkata SAYANG?

Senin, 31 Oktober 2011

Tuhan.... Aku Cinta Padanya

Posted by nofi.hidayanti at Oktober 31, 2011 0 comments
Ya Tuhan... Haruskah aku yang memulai semua ini pertama? Haruskah aku katakan betapa rindunya aku bika sehari tak melihatnya? Haruskah aku katakan betapa gelisahnya aku menunggu balasan pesannya?
 Aku yang selalu tersenyum bila melihat ia bahagia. Aku yang selalu menangis bila melihat ia terluka. Aku yang selalu ketakutan setiap melihat wajahnya merah memarah.
Tuhan... Aku cinta padanya. Sangat. Teramat sangat.
Cinta ku padanya tak bersyarat. Cinta ku padanya tak mengharapkan balasan. Aku hanya ingin jurjur tentang semua rasa ini.

Kamis, 06 Oktober 2011

My Friends

Posted by nofi.hidayanti at Oktober 06, 2011 0 comments

Megga Ayu Puspita
Nur Faizah
Rizki Muniroh
Nofi Hidayanti
Diana Ratnawati
Indah Caesar Nofelia

Super Freak Man's Love

Posted by nofi.hidayanti at Oktober 06, 2011 0 comments

Pagi ini terasa berbeda. Matahari tak menampak dirinya seperti biasa. Udara dingin menyelimuti tubuhku yang tinggi, dan sekumpulan awan hitam mengelilingi si mentari. Menambah suasana yang kelam. Tampaknya akan didera hujan. Ah tak peduli…. Aku tetap saja berlari kecil menuju kampus. Aku ada kelas jam 7, kuliah filsafat. Jam di tanganku menunjukkan pukul 6. Memang masih terlalu pagi. Tapi sudah menjadi kebiasaanku datang lebih awal, meskipun kostanku hanya berjarak puluhan meter.

 Ku percepat langkahku. Tak ingin rasanya buku-buku tebal yang kubawa hancur karena rintikan hujan. Sudah susah payah aku menyisihkan setiap uang jajanku untuk sekedar membeli ilmu. Jangan sampai hilang sia-sia dibawa air.
 

Nofi's Blog Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos