Tak pernah terpikir oleh saya untuk berdiri pada titik ini. Titik dimana saya telah bersama seseorang yang notabennya adalah orang lama. Sebut saja dia RH. Teman ketika di sekolah dasar, dan tumbuh menjadi sahabat saya selama dua tahun belakangan ini. Ya, benar, kami awalnya hanya bersahabat. Kami dekat karena adanya kumpul dan reuni dengan teman-teman lama. Dan saat itulah saya sering menghabiskan waktu saya untuk duduk di belakangnya. Saya memilih dia untuk menjemput saya dan memboncengi saya ketika kami harus pergi ke luar. Mungkin ini adalah alasan pertama, saya nyaman dan percaya padanya.Ia sering bercerita (atau tepatnya meminta saran) tentang seorang gadis yang ia sukai. Sebagai seorang teman pada saat itu saya senang mendengarkan dan memberikan saran. Pertemuan bertambah pertemuan. Rasa nyaman itu ternyata semakin bertambah. Tepatnya karena momen tahun lalu di villa di Puncak. Saya memeluknya. Singkat cerita kami akhirnya bersama.
Sabtu, 05 Oktober 2013
Minggu, 23 Juni 2013
Complicated
Hai bloggers! :) long time no see ya. Feels like a thousand year i dont tell you about my life. Ya, excuse... beberapa post yang akhirnya aku "draft" kan kembali hehehe akhir-akhir ini memang banyak hal yang terjadi diluar dugaan, complicateeed! Yuccckss! This semester really really complicated. Hm... what i have to do to start this "complicated story" ??? Well, semester ini banyak hal yang terjadi. Dari hal menyebalkan, melelahkan, berkesan dan dan dan dan menyiksa. Semester ini dimulai dengan move on dari Inop yang belum pernah kutemui tapi sudah harus mengucapkan...."say goodbye" :( huhuhu sad story, i know. Lalu berlanjut dengan kewajiban pementasan Dramaturgi. Actually, it was fun! Tapi capeknya double-double-double juga. Hampir setiap malem sabtu aku sleep over di kampus, kosan temen, huffft :( tapi serius it was fuuuun! Apalagi pas survei ke Cilacap. Omg, unforgetable moment bangetttt! :))
Categories
Curahan Hati,
Potret
Senin, 17 Juni 2013
Kupanggil Namamu
Hari ini aku berteriak memanggil namamu,Y, dalam selipan laguku. Semakin kencang kuberteriak, semakin aku yakin akan rasa itu. Dalam lirik "Kau adalah darahku, kau adalah jatungku, kau adalah hidupku lengkapi diriku, oh sayangku kau begitu, sempurna....." atau saat kulantunkan bait demi bait "biarkanlah kurasakan, hangatnya sentuhan kasihmu...", aku semakin yakin dan sering menyebut namamu dalam lisan dan batinku. Tidakkah kau dengar isi hatiku ini? Tidakkah kau menyadarinya? Setitik rasa saja?
Lalu ketika lagu ini berhenti, bayangmu justru semakin nyata dalam ingatan. Senyummu, tawamu, bahkan semua tingkahmu yang seharusnya kubenci. Hehehehehehe inikah yang dinamakan cinta? Semoga kau memiliki sedikit rasa senang ketika namamu selalu kusebut didalam lantunan melodi dan doaku, superman ku, yang akan tetap jadi cerita dibalik nama :)
Categories
Curahan Hati
Rabu, 15 Mei 2013
Buku Baru Yang Harus Ditutup
Cerita ini baruku mulai, ia baru menyentuh paragraf awalnya. Kukira...semuanya hanya perasaan sesaat. Ya, sejujurnya sampai detik ini aku masih mengharapkan ini semua sementara. Pertemanan yang sudah dirangkai sejak awal tak bisa begitu saja diganti hanya karena perasaan ini. Masa-masa saat bersamanya, telah menjadi salah satu masa-masa terhangat. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuatku nyaman. Nyaman, iya nyaman. Teramat nyaman. Bahkan aku baru menyadarinya setelah hari itu. Dia baik. Selalu tampil dan bicara apa adanya. Kadang keras kepala, kadang menyebalkan, tapi sungguh tipe penjaga. Yang jelas kurasakan, hariku semakin berwarna ketika dilewati bersamanya. Tak pernah bosan, tak pernah lelah. Mungkin kusuka padanya, mungkinkah sayang?
Categories
Curahan Hati
Rabu, 17 April 2013
Aku Benci Kesepian
Aku memang menyukai saat-saat kusendiri, tapi aku benci merasa kesepian. Hampir dua bulan tak berjumpa dengan keluarga dan sahabat di Jakarta, ditambah beberapa beban dan masalah disini, membuatku menumpahkan air mata malam ini. Baru saja aku merasa 4 hari kebersamaan dengan adikku, kini aku sudah kembali merasa kesepian. Aku benar-benar merasa sedih ketika mengantarkannya ke stasiun dan melihatnya menaikki kereta menuju Jakarta. Detik itu aku sadar bahwa aku akan kesepian. Sepanjang perjalanan menuju rumah kedua, aku tak mampu menahan perasaan ini. Aku menangis. Aku benci ketika melihat kesekitarku dan tak ada mereka disampingku. Aku rindu rumah, sangat. Bahkan selalu terniang-niang setitik penyesalan atas keputusan sekolah jauh dari rumah. Aku tak ingin sendiri, kesepian... Aku ingin selalu ada mereka. Semoga saja Allah memberi hati lapang untukku. Semoga segera hadir hari kepulanganku. Dan have a safe trip my sister!:")
Categories
Curahan Hati
Langganan:
Postingan (Atom)




