Kalau diingat, memang pahit. Bahkan terlalu menyakitkan. Rasanya seperti membuka luka lama, luka terdalam yang pernah aku dapatkan. Karena hal itu, aku memutuskan untuk tidak mengusik, menunggu, atau membuat kalian semua merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Sejujurnya, aku sendiri tak tau apa kalian pernah sedetik saja memikirkan bagaimana perasaan ku? Akankah aku baik-baik saja? Aku hanya melihat perasaan kalian yang sudah menggebu-gebu dan tidak memperhatikan luka yang tertoreh dihatiku.Memang, tak ada air mata menetes didepan kalian, tapi apa ada wanita yang benar-benar tegar menghadapi ini? Aku akan berdiri, bertepuk tangan dengan meriah, dan memberi penghormatan tertinggi bila ada wanita yang bisa setegar itu.
Ya...... rasanya benar-benar pahit. Mencoba tidak peduli ketika melihat kebersamaan itu, mencoba sesibuk apapun dengan keluarga atau sahabat, dan bersandiwara didepan semuanya seakan-akan aku kuat melalui semuanya. Jujur saja, ini topeng. Aku hampir hancur. Semua kenangan itu, selalu berputar ketika aku termenung. Seakan-akan kebahagiaan seseorang akan menjadi sumber penderitaan dan kehancuran untuk oranglain. Begitu pun sebaliknya. Tragis!!!! Cinta mungkin bisa mati, namun tidak dengan kenangan.
Rasa pahit itu mungkin ada berkurang, namun tidak akan menghilang begitu saja. Rasa kekecewaan bercampur marah, sedih, dan lucunya ada perasaan lepas dan bahagia pula. Ya, tapi aku bersumpah, tidak pernah aku benar-benar membenci, murka, apalagi mengutuk perbuatan kalian. Cinta tidak pernah salah. Hanya saja, aku terjebak pada waktu yang tidak tepat. Its not mine..
Aku akan menutup semuanya. Luka dan kisah ini. Tak akan ku menoleh terlalu lama atau intens ke masa lalu. Cukup sekali atau dua kali, hanya untuk menjadikannya sebagai pelajaran agar kedepannya aku tidak terjebak dalam luka yang sama. Aku harus menatap masa depan. Akan banyak kisah dan pria-pria baru yang menunggu untuk aku kunjungi. Semoga saja salah satu diantara mereka mampu mengukir kenangan yang lebih indah. Hal ini akan membantuku melupakan semua kenangan manis dan pahit yang pernah aku alami disaat usia ku 18 tahun ini.
Aku canggung mengucapkan ini. Aku tidak pernah benar-benar pandai mengucapkan kalimat seperti ini. Baiklah...
"Semoga hubungan kalian semakin baik ke depannya. Semoga tidak ada perpisahan yang menyakitkan seperti yang ku rasakan. Aku pun sebenarnya senang melihat kalian berdua tersenyum karena cinta. Cinta memang ini indah, percayalah. Jadi, berbahagialah...".
Hidup penuh pilihan, hidup penuh ujian, hidup penuh perang... Tapi yang terpenting bagaimana cara kita mempertanggungjawabkan pilihan yang ada ditangan kita. Bagaimana cara kita menyelesaikan ujian hidup dengan tegar dan hati yang luas. Dan bagaimana cara kita memandang perang dunia itu. Aku yakin, dibalik setiap cobaan yang besar dan bertubi-tubi, Allah telah mempersiapkan kebahagiaan yang sama besarnya. Kebahagiaan yang abadi. Kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan satuan apapun.
Dan aku cukup berbahagia menyadari bahwa ternyata aku masih memiliki keluarga, sahabat, dan teman yang peduli akan kebahagiaanku. Terimakasih semua. Semoga kebahagiaan selalu memeluk kita semua, for a thousand year and hope forever :)


0 comments:
Posting Komentar