Aku merindukan setiap hal tentang dirinya. Namun apa yang bisa ku lakukan kini? Aku takut salah mengambil langkah. Semuanya terlalu samar-samar, aku hanya bisa meraba apa yang sebenarnya dia inginkan.
Hari ini aku pulang ke Jakarta. Aku merindukan rumah teramat sangat. Namun kerinduanku akan rumah ternyata dirusak oleh ha menyebalkan ini. Ia yang mengantarkanku ke stasiun, meskipun telat dan membuatku hampir saja ketinggalan kereta.Waktu yang sempit ini mmebuat kami tak bisa banyak bicara, apalagi bertukar perasaan seperti kebiasaan kami pada awalnya. Bahkan ia lebih dingin. Tak banyak kata yang keluar dari mulutnya. Ia hanya diam dan terpaku dengan fikirannya sendiri. Apa yang bisa ku lakukan? Tolong katakan?
Saat aku berjalan menuju kereta pun, tak banyak perasaan yang bisa ku tunjukkan. Dia juga terlihat canggung untuk mengucapkan "take care...". Tak ada kecupan ditangannya yang biasa kami lakukan.


0 comments:
Posting Komentar