Aku hanya butuh sebuah kata yang meyakinkan semuanya. Dimana ia berkata ia bersedia memberika janji atas semua doa dan harapanku. Namun apa nyatanya? Dengan tegas ia mengatakan bahwa untuk saat ini ia belum bisa menjalani hubungan dengan serius apalagi berorientasi terhadap masa depan. Lalu aku ini dianggap apa? Tidakkah aku cukup berharga untuk dijadikan sebuah motivasi olehnya?
Aku kecewa.... sungguh. Aku benar-benar tak habis fikir. Aku bahkan kehabisan kata-kata saat didekatnya. Aku rasa ia cukup tahu bagaimana perasaanku saat itu. Hanya saja, tidak satu pun ucapannya yang mampu membuatku merasa lebih baik. Sedikit saja..............
Ia mengatakan bahwa sebenarnya kami cocok. Mungkin semuanya memang masalah waktu. Tapi sampai kapan ia merasa cukup dewasa dan mampu bertanggung jawab, setidaknya untuk dirinya sendiri? Aku takut kemungkinan-kemungkinan buruk yang menghadang didepan. Atau soal batas kesabaran ku sebagai manusia.
Aku hanya ingin ia memulai dari hal sepele saja. Mulai menghargai waktu, kuliah tepat waktu, mengerjakan semua tugas sehingga ia cepat lulus. Berusaha mendapatkan pekerjaan selayak mungkin sambil menunggu waktu dan mental yang matang lalu datang melamar, membentuk sebuah keluarga kecil bersama. Hidup berkecukupan dan bahagia. Namun mengapa ia begitu takut menatap semua harapanku itu:(
Bagaimana bila rasa sabarku habis? Bagaimana bila pria lain datang dan berjanji serius denganku? Bagiamana bila aku gagal mempertahanku semuanya?
Tidakkah ia memikirkan sedikit saja ketakutanku itu? :(
Apa ia tak takut bila suatu saat aku berhenti peduli dan berharap padanya? Tidakkah ia merasa aku cukup baik untuknya? Aku menyayangimu, bahkan aku berusaha untuk selalu menjadi yang tersayang bagimu. Tolong.... setidaknya mengerti saja sedikit keinginanku:(


0 comments:
Posting Komentar