Telah terjadi perubahan dan pergeseran mood dari melow menjadi sedikit kesal. Awalnya semua terasa begitu sempurna. Moment kebersamaan ku dengan AW semakin manis bila kami mengingat waktu ku yang tersisa di PWT. Aku mengatakan dengan jujur tentang perasaanku menjelang hari perpisahan.
Aku akan merindukan semua hal yang ada pada dirinya. Aku akan merindukan senyumnya. Aku akan merindukan tawanya. Aku akan merindukan kejahilannya. Aku akan merindukan pelukannya. Aku akan merindukan ciumannya. Aku akan merindukan saat ia menggenggam erat tanganku. Aku akan merindukan saat aku di gendong olehnya. Aku akan merindukan saat ia membelai lembut rambutku. Aku akan merindukan saat ia mengusap nyaman perutku. Aku akan merindukan makan bersamanya, terutama saat ia dengan sabar menyuapi ku. Aku akan merindukan bermain yang jauh bersamanya. Aku akan merindukan terjebak hujan dan basah-basahan dengannya. Aku akan merindukan celotehnya, kritikannya, pujiannya. Aku akan merindukan saat-saat ia menjemputku ditengah hujan. Aku akan merindukan semua hal tentangnya, semua moment bersamanya, semua. SEMUA. S-E-M-U-A!!!!
Tapi sekejap moment indah itu lenyap saat kenyataan yang ada ia lebih memilih segera pulang untuk berkumpul dengan sahabat-sahabatnya. MEMANG TIDAK ADA YANG SALAH! Aku tegaskan, sebenarnya aku tidak marah bila ia solid dengan sahabat. Apa sejauh ini aku pernah melarangnya untuk bermain dan berkumpul bersama sahabat? Tidak. Apa aku selalu memaksanya untuk selalu bersamaku ketika ia harus bersama sahabatnya? Tidak juga.
Aku hanya sedikit kesal soal solidaritas yang terlalu dijunjungnya. Kenapa? KARENA.......... Moment nya! Timing nya!
Kenapa harus disaat aku ingin menghabiskan sedikit waktuku bersamanya? Tidakkah ia berfikir ini mungkin kesempatan 1:1000 yang kami punya?
Ini ketiga kalinya sudah ia lebih mementingkan sahabatnya. SEKALI LAGI KU TEGASKAN! AKU TIDAK KEBERATAN SOAL "SOLIDARITAS"! Tapi tolong tempatkan diri pada saat yang tepat!!!!!!
Pertama hal ini terjadi saat ia telah mengutarakan niatnya untuk membeli baju futsal bersamaku. Aku sudah menunggu untuk beberapa jam, hanya untuknya. Namun apa yang terjadi? Ia membatalkan janji dan pergi membeli baju bersama sahabatnya.
Kedua.... Saat ia mengutarakan niatnya kembali. Kali ini untuk jalan pagi di hari minggu saat aku akan pulang pada malamnya. Dan.... beberapa menit kemudian ia membatalkannya kembali karena harus menemani sahabatnya.
Aku terima. Aku suka bila ia solidaritas dengan sahabat. TAPI... Ok, sekali lagi aku tegaskan! TIMING!
Ya Allah, berikan hati yang lapang untukku. Tidak ada sedikit pun niat memperkeruh keadaan. Aku tak mau bertengkar dan membuat hubungan ini hambar. Aku mau semua baik-baik saja. Aku mau meninggalkannya (sementara) dengan perasaan bahagia ya Allah. Karena aku sayang dia. Semoga saja tumpukan catatan mampu menghapus sedikit rasa kesal ini. Amin :")
*bercumbu dengan catatan*
*THE END...................................................*


0 comments:
Posting Komentar